NTTKreatif.com, Tambolaka – Bupati SBD, Ratu Wulla Talu meminta para kepsek yang sekolahnya mendapatkan bantuan revit sekolah di tahun 2026 ini untuk tidak sungkan-sungkan melaporkan jika ada indikasi minta-minta jatah oleh orang atau kelompok tertentu khususnya dari para pegawai di Dinas Pendidikan.
Penegasan tersebut ia sampaikan belum lama ini dalam apel peringatan Hardiknas di Kantor Bupati SBD.
Diawal penyampaiannya, Bupati SBD, Ratu Wulla Talu membeberkan soal jatah revit sekolah yang didapat SBD di tahun ini dengan jumlah sebanyak 73 sekolah.
Rinciannya, PAUD 35 sekolah, SD 29 sekolah dan SMP 9 sekolah dari sebelumnya 7 sekolah.
“Puji Tuhan tahun ini kita Sumba Barat Daya mendapatkan bantuan cukup banyak di bidang pendidikan. Kalau tahun lalu untuk PAUD kita hanya dapat 2, maka tahun ada 35 yang kita dapat dan menyebar di seluruh kecamatan. SD ada 29 sekolah dan SMP 7 dari jalur reguler usulan pemerintah sedangkan 2 dari jalur aspirasi masing-masing dari Maia Estianti dari PDIP dan satu dari Pak Stevano. Sehingga ada 9 SMP yang direvit tahun ini,” katanya kala itu.
Bupati Ratu mengatakan jumlah tersebut bakal bertambah lagi nantinya lewat jalur Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berjumlah 30 sekolah.
“Data sudah disiapkan dan besok saya akan ke Jakarta untuk itu. Saya akan berjuang lagi sehingga 700 sekolah di SBD ini mungkin setengah bagian yang kondisinya masih parah bisa dapat sentuhan dari pemerintah pusat. Mohon doa dari Bapa Ibu semua,” katanya.
Selain soal revit, di kesempatan itu, Bupati Ratu juga meluruskan isu soal dugaan korupsi Rp12 M dana intensif guru yang disebutnya sebagai sesuatu yang keliru dan tidak berdasar.
Terlebih lagi, ia sendiri sudah mengingatkan para ASN di dinas pendidikan untuk bekerja serius merubah dunia pendidikan di SBD.
“Saya sudah ingatkan Kadis dan jajaran, saya minta harus tunjukkan kinerjanya. Bukan berpikir sekolah ini itu dan lain sebagainya. Saya dapat berapa, bukan itu. Apalagi sekarang marak sekarang ini revitalisasi sekolah,” katanya.
Dan untuk memastikan hal tersebut, ia pun meminta para kepsek untuk melapor jika ditemukan ada pegawai Dinas Pendidikan atau pihak lainnya yang meminta jatah dari proyek yang ada.
“Kepsek yang ada di sini, kalau ada dari dinas pendidikan yang datang ke bapa ibu meminta uang lapor segera ke saya. Tidak ada satu pun dari dinas atau dari dinas lain yang pukul dada. Kalau ada itu maka lapor kepada saya. Karena di dinas itu kita bukan urus proyek,” ungkapnya keras dan disambut tepuk tangan meriah. ***
|
