NTTKreatif, TAMBOLAKA – Teka-teki soal berapa paslon yang bakal maju di Pilkada SBD akhirnya terjawab sudah.

Hal ini seiring dengan berlabuhnya rekomendasi Partai Gerindra dan Partai Golkar di pasangan Frans M Adilalo dan Jeremia Tanggu.

">

Padahal di awal banyak yang berspekulasi kalau-kalau kedua partai tersebut bisa merapat ke pasangan D Dama dan Richardus Kondo Holo untuk membentuk poros baru.

Maklum gabungan kursi kedua partai itu secara matematis politik sudah bisa mengusung pasangan calon sendiri dengan total 8 kursi atau 1 lebih banyak dari syarat minimal 7 kursi di DPRD.

Namun harapan tersebut nyatanya pupus sudah sekaligus menutup pintu dan mempertegas kemungkinan tidak adanya poros ketiga di Pilkada SBD kali ini.

Mengingat dengan rentang waktu yang semakin mepet agak riskan jika partai-partai yang sudah memberikan rekomendasi maupun dokumen B1 KWK atau dokumen persetujuan parpol berbelok arah di deadline waktu sebelum pendaftaran ke KPU Kabupaten Sumba Barat Daya.

Terlebih, saat ini partai-partai sudah hampir rampung koalisinya dimana pasangan Ratu Wulla Talu dan Dominikus A.R Kaka sudah pasti diusung oleh Partai NasDem, PDI Perjuangan, Partai Perindo, PKB dan PKS dengan tiga partai diantaranya sudah memberikan dokumen B1 KWK.

Jika dikalkulasi maka pasangan yang dikenal dengan nama Paket Ratu Angga ini diusung oleh gabungan partai dengan total 19 kursi di DPRD dengan rincian, Nasdem 5 kursi, PDI Perjuangan 5 kursi, Perindo 5 kursi, PKB 3 kursi, dan PKS 1 kursi.

Sementara untuk pasangan Frans M Adilalo dan Jeremia Tanggu pasca mendapat dukungan PAN dan Hanura kini menambah gerbong koalisinya dengan dukungan Partai Gerindra dan Partai Golkar yang jika dikalkulasi maka ada 15 kursi gabungan Partai di DPRD SBD yang mendukung kedua figur tersebut.

Dengan rincian, 4 kursi PAN, 3 milik Hanura, 3 kursi Gerindra dan 5 kursi Partai Golkar.

Kursi Partai Demokrat Tidak Cukup Bentuk Poros Baru

Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat? Hingga narasi ini ditulis partai Demokrat terlihat belum memberikan signal dukungan buat siapa.

Dengan 1 kursi di DPRD SBD, Partai Demokrat tentu punya bargaining positionnya sendiri untuk bergabung di koalisi yang mana diantara dua pasangan calon tersebut.

Mengingat, Partai Demokrat tidak bisa lagi membentuk koalisi baru dengan satu kursi miliknya.

Tidak mengherankan jika muncul kabar Partai Demokrat bakal berlabuh ke pasangan Frans M Adilalo dan Jeremia Tanggu.

Kendati belum ada pernyataan resmi dari partai tanda-tanda tersebut sudah mulai tercium oleh publik.

Jika itu terjadi maka komposisi 19 kursi dan 16 kursi di Pilkada SBD kian dekat dan bakalan rampung dalam waktu dekat.

Head to Head, Sejarah Baru di SBD

Dengan semakin rampungnya koalisi tersebut maka dipastikan sejarah baru tercipta di Pilkada SBD dengan hanya menghadirkan 2 pasang calon saja.

Itu jauh berbeda dengan Pilkada SBD di tahun 2018 yang masih diikuti oleh 3 pasang calon. Begitupun di Pilkada SBD tahun 2013 silam.

Kondisi tersebut membuat masyarakat hanya punya pilihan pada paket Ratu Angga atau paket Rakyat tanpa ada pilihan lain di luar itu. Pilihan ada di tangan masyarakat dengan One Man One Vote. ***

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625