NTTKreatif.com, Tambolaka – Bupati SBD, Ratu Wulla Talu meminta semua pihak khususnya dinas dan badan terkait untuk melakukan penanganan gempa secara cepat.

Hal tersebut disampaikan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu dalam Rapat Koordinasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi yang diselenggarakan pada Kamis, 8 Oktober 2026 lalu.

Di hadapan Sekda SBD, Etmundus N Nau, para Asisten pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, serta Kalak BPBD, Stefanus Malo, Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan, BNPB Brigjen Hery Setiono, Dandim 1629 Sumba Barat Daya, Kapolres Sumba Barat Daya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT dan se-Pulau Sumba, Kepala BMKG Stasiun Sumba Timur, pimpinan OPD, camat, kepala desa, unsur BUMN/BUMD, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta insan pers itu, Bupati Ratu mengatakan bahwa gempa bumi yang terjadi telah berdampak terhadap masyarakat dan berbagai aspek kehidupan.

Oleh karena itu, ia meminta agar penanganannya harus dilakukan secara cepat, terpadu, terukur, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Dalam arahannya itu, ia menekankan sejumlah poin penting bagi seluruh pemangku kepentingan salah satunya soal Satu Data Bencana. Baginya Membangun satu data bencana yang akurat dan terkoordinasi sangatlah penting karena dengan satu data bisa menjadi dasar dalam setiap keputusan.

Dirinya pun meminta adanya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan serta mengedukasi masyarakat terkait penyelamatan diri dan jalur evakuasi.

“Kita juga harus memastikan pelayanan dasar tetap berjalan dengan baik, terutama sektor kesehatan, pangan, air bersih, listrik, komunikasi, pendidikan, dan keamanan. Selain itu kita juga harus mempercepat penanganan kerusakan sesuai dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan dukungan,” pintanya.

Tidak hanya itu, penekanan terhadap Komunikasi Publik Satu Pintu pun tidak lupa disampaikan Politisi NasDem itu. Ia meminta agar semua pihak untuk senantiasa menyampaikan informasi yang benar, cepat, dan menenangkan, serta mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi sebelum membagikannya agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Bupati Ratu juga menginstruksikan seluruh OPD, BPBD, TNI-Polri, camat, lurah/kepala desa, dunia usaha, relawan, dan elemen masyarakat untuk langsung bergerak sesuai tugas dan perannya tanpa harus menunggu untuk diminta.

Sebelumnya sebagaimana diberitakan oleh media ini, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) belum lama ini diguncang gempa hebat dengan kekuatan 6,1 Magnitudo. Akibatnya, sejumlah rumah warga pun harus rusak akibat gempa tersebut.

Tidak hanya rumah, kerusakan yang sama pun dialami sejumlah fasilitas umum seperti sekolah hingga rumah ibadah.

Tidak mengherankan jika kemudian Pemkab SBD kemudian menetapkan Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari ke depan sejak tanggal 4 Oktober lalu dengan memprioritaskan pada penanganan cepat bagi warga yang terdampak. ***