NTTKreatif, Tambolaka – Seorang staf pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, Catherina Rambu Kapu Horo sudah diingatkan untuk tidak persulit pelayanan terhadap seluruh tenaga guru.
Sayangnya, peringatan yang sudah disampaikan Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla pada sidak pertama, tepatnya pada bulan April lalu tidak diindahkan alias masih ‘keras kepala’.
Kepada wartawan, Bupati Ratu menegaskan, sidak yang dilakukan dirinya pada hari kemarin merupakan tindak lanjut dari sidak pertama.
Sidak yang dilakukan ini untuk menelusuri pelayanan Dinas Pendidikan yang berkaitan dengan proses pencairan tunjangan sertifikasi dan tunjangan guru-guru di wilayah terpencil.
Pasalnya, sebelum sidak pertama, banyak pengaduan guru-guru yang disampaikan kepada Bupati Ratu.
Namun, pada sidak pertama, Bupati Ratu mendapat penjelasan dari Catherina Rambu Kapu Horo bahwa alasan tidak bisa proses tunjangan tersebut karena tidak memenuhi persyaratan, salah satunya soal kehadiran.
“2 bulan lalu, saya sudah melakukan sidak, saya sudah memberikan peringatan agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya, terutama dalam pelayanan terhadap guru-guru dan juga Kepala Sekolah. Saat itu
katanya absensi dan itu aturan sehingga saya bilang iya udah yang bersangkutan tidak boleh terima,” kata Bupati Ratu, Rabu(02/07/2025).
Lebih lanjut, Bupati Ratu menjelaskan, baru-baru ini, ia kembali mendapat laporan dari guru lain yang mengaku sejak tahun 2024 tidak menerima tunjangan.
Kemudian, ada juga yang menyampaikan laporan bahwa pada semester II tahun 2025 mengalami hal yang sama.
|
