NTTKreatif.com, Tambolaka – Dana BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) di Desa Tena Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), di duga tidak memberikan keuntungan bagi warga Desanya.

Pasalnya, Anggaran Bumdes yang dikelola oleh pengurus tidak berjalan maksimal.

">

Padahalnya anggaran penyertaan yang dikelola tersebut, sebesar 100 juta.

Namun begitu, Pihak Desa belum meminta pertanggungjawaban kepada pengurus Bumdes.

Malah yang terjadi, pihak Desa mengganti pengurus Bumdes yang Lama dengan pembentukan pengurus Bumdes yang baru.

Hal ini pun, kemudian membuat salah satu warga Desa Tena Teke,Yusak Malo, angkat bicara.

kepada nntkreatif.com, Yusak Malo menyebut anggaran 100 juta tersebut diperuntukan untuk pengadaan kursi dan tenda jadi.

Namun, yang diadakan oleh pengurus bumdes hanya kursi sebutnya.

“Waktu itu rencananya mau usaha tenda jadi dan sewa kursi tapi yang ada hanya sewa kursi saja itupun pertanggungjawabannya tidak ada sama sekali,” ungkapnya kepada nttkreatif.com, pada Kamis 24 Juli 2025 tadi.

Sementara untuk pengadaan tenda jadi, dirinya menyebut hingga saat ini belum ada realisasinya sama sekali.

Meskipun sempat ditanyakan, namun Kepala Desa Tena Teke mengaku kalau masalah bumdes tersebut sudah ditangani oleh pihak berwajib katanya.

Hingga kini, dirinya dan warga Desa tersebut belum memdapatkan jawaban atas persoalan anggaran Bumdes.

“Dalam forum saya sempat tanya cuma jawaban kades kalau masalah ini sedang diurus Inspektorat dan unit Tipidkor Polres SBD. Cuma sampai sekarang tidak ada kejelasan,” katanya.

Dirinya pun berharap pihak desa dalam hal ini Kades Tena Teke bisa lebih terbuka soal masalah tersebut.

Sekaligus ungkapnya, agar mendesak ketua Bumdes lama untuk memberikan pertanggungjawabannya ke masyarakat.

Sementara itu, Kades Tena Teke Charles Samuel Natan, saat dihubungi terpisah, mengakui hal tersebut.

Kades mengaku kalau ada unit usaha yang dijalankan di Bumdes saat dipegang oleh pengurus lama yang tidak berjalan dengan baik.

“Benar. Itu soal tenda jadi. Belum didatangkan sehingga kami putuskan untuk mengganti pengurusnya. Saat ini, persoalan Bumdes sudah sampai ke inspektorat. Kami masih menunggu hasilnya,” ungkapnya.

Meskipun pernah di sampaikan Kades Tena Teke bahwa persoalan tersebut tengah ditangani pihak yang berwenang.

Namun, Kanit Tipidkor Polres SBD, Aipda Gabriel Tokan, mengaku belum mendapatkan laporan dari warga soal Bumdes Tenateke.

“Tidak ada laporan soal Bumdes Tena Teke yang masuk ke kami sejauh ini,” ungkapnya. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625