NTTKreatif.com, Tambolaka – Guna memperbaiki pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak satgas percepatan program MBG di SBD menggelar kegiatan Rakor dan evaluasi, Kamis, 20 November 2025 pagi di aula Kantor Bupati.

">

Rakor dan evaluasi ini sendiri dibuka langsung oleh Pengarah Satgas percepatan yang juga Bupati SBD, Ratu Wulla Talu.

Hadir dalam kesempatan tersebut, korwil SPPG SBD, anggota SPPI dan para ketua Yayasan pemilik dapur mandiri.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla Talu mengatakan kalau program MBG yang menjadi program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka sedianya merupakan program yang baik karena program tersebut bertujuan untuk membangun SDM yang berkualitas dengan memperhatikan gizi pada anak sekolah, ibu menyusui, ibu hamil dan anak usia balita.

“Selain itu, kehadiran program ini juga untuk mengurai permasalahan stunting serta menjaga kualitas pendidikan dan produktivitas bangsa,” katanya.

Khusus di Kabupaten SBD, kata Bupati Ratu, program tersebut sudah berjalan dan menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan generasi SBD.

Baginya dengan gizi yang baik adalah fondasi utama tumbuh kembangnya anak dari fisik dan kognitif.

Oleh karenanya, dirinya menegaskan agar semua pihak bisa mendukung pelaksanaan program tersebut terlebih lagi anggaran yang digunakan untuk program MBG ini terbilang cukup besar.

Salah satu poin penting yang menjadi fokus diskusi adalah kebutuhan infrastruturdapur.

Kepala SPPG SBD melaporkan bahwa saat ini, cakupan dapur yang ada masih sangat terbatas, sementara target penerima manfaat terus bertambah.

SBD saat ini baru memiliki beberapa dapur sentral yang melayani ribuan siswa. Bupati menginstruksikan percepatan pembangunan dan aktivasi 40 hingga 50 dapur baru untuk memastikan seluruh kecamatan dan desa penerima manfaat dapat terjangkau secara merata.

Rakor juga membahas tantangan logistik, di mana pasokan bahan pangan segar, seperti sayuran, masih didatangkan dari luar Sumba.menangggapi hal ini , Bupati mendorong optimalisasi potensi pertanian lokal.

” Kita harus memastikan program ini juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Dinas Pertanian dan Dina Koperasi harus segera mendata dan melatih kelompok tani lokal agar mereka mampu menjadi pemasok utama bahan baku MBG. kita dukung ketahanan pangan dari desa,” Perintahnya.

Terlepas dari tantangan, data evaluasi menunjukan dampak positif signifikan dari program MBG. di beberapa sekolah seperti di SD Katolik Wee Pangali, tingkat kehadiran siswa dilaporkan meningkat tajam, di mana MBG bahkan menjadi motivasi utama siswa untuk datang ke sekolah.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyusun rencana aksi terperinci guna mengatasi hambatan logistik dan infrastruktur, serta memastikan bahwa program makanan bergizi gratis di SBD berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625