Stunting dianggapnya bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan masalah multidimensi yang berkaitan dengan pendidikan, sanitasi, ekonomi keluarga, pola asuh, dan budaya. Penanganannya harus terintegrasi, lintas sektor, dan berkelanjutan.
Oleh karenanya, Pemerintah daerah katanya telah menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas strategis.
Namun keberhasilannya itu tegasnya kembali memerlukan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tenaga lapangan seperti kader posyandu, bidan, KPM desa, bidan, tenaga gizi dan perangkat desa.
Dalam forum tersebut ada sejumlah hal yang menjadi kesimpulan kebijakan diantaranya penguatan akurasi data stunting, optimalisasi intervensi spesifik dan sensitif, pemanfaatan dana desa untuk penanganan stunting, penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan edukasi masyarakat.***
|
