NTTKreatif, Larantuka – Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Flores Timur yang digelar pada Sabtu (03/05/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Ignas menekankan bahwa profesi perawat bukan hanya soal keahlian medis, tetapi merupakan panggilan hidup yang membutuhkan dedikasi dan totalitas pelayanan.
“Kita kembali ke awal abad ke-19, masa kolonial Belanda. Saat itu, banyak orang sakit, banyak luka, dan di sanalah awal munculnya kebutuhan untuk merawat. Dari sanalah perawat hadir, bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian,” ujarnya.
Menurutnya, sejak organisasi PPNI dibentuk secara resmi pada 17 Maret 1974, perawat telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Ia menggambarkan PPNI sebagai organisasi yang harus dibangun dengan tiga kata kunci: kompetensi, komunikasi, dan kerja sama.
“Kompetensi memang didapat dari pendidikan formal, tapi itu belum cukup. Dunia keperawatan terus berkembang, maka skill dan pengetahuan juga harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
“Selain itu, komunikasi yang baik dalam tim sangat penting, karena dokter pun tidak bisa bekerja tanpa dukungan persiapan teknis dari perawat.” tambah Wabup Ignas.
Ignas juga menyinggung soal etika profesi, kerahasiaan pasien, serta pentingnya sikap jujur dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan medis. Ia berharap Musda ini tidak hanya menjadi forum regenerasi kepengurusan, tetapi juga sebagai momentum refleksi atas pengabdian para perawat.
“Perlakukan semua pasien dengan sama. Sebagaimana kami di pemerintahan juga berjuang maksimal dengan anggaran yang terbatas, kalian juga melayani dengan keterbatasan tenaga dan fasilitas. Tapi pelayanan terbaik harus tetap dijaga,” pesannya.
Wabup Ignas tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh perawat yang selama ini telah bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan seringkali tanpa sorotan publik.
“Perawat adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Saya percaya, kalian melayani bukan demi popularitas, tapi karena hati yang tulus. Itu yang membuat profesi ini begitu mulia,” tutupnya.
Musda PPNI ke-VI ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat profesionalisme perawat di Flores Timur serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan yang lebih humanis dan berkualitas.*(Ell)
|
