NTTKreatif, TAMBOLAKA – Dugaan penyalagunaan dana desa yang dilakukan Kades Panenggo Ede, Marthen Mete hingga kini tak berhenti dibahas malah kian jadi sorotan banyak pihak.
Bahkan di sejumlah platform media sosial, para netizen sampai meluapkan amarahnya dan mengecam keras tindakan kades Marthen Mete yang dianggap merugikan warganya sendiri.
Bagaimana tidak, dalam kunker DPRD bersama mitra Inspektorat, Kades Panenggo Ede, Marthen Mete dibuat harus membuka boroknya sendiri akibat sejumlah pengerjaan yang belum ia kerjakan termasuk pengadaan meteran hingga pengerjaan jalan tahun 2024 silam.
Itu belum termasuk keluhan warga soal BLT yang disinyalir kuat kental dengan aroma korupsi.
Sontak saja, tekanan demi tekanan pun ia dapatkan kala itu yang membuatnya harus tertunduk lesu apalagi saat itu para pengadu yang juga masyarakatnya sendiri turut hadir menyaksikan dirinya dicercah sejumlah pertanyaan seputar pembangunan desa yang urung ia lakukan.
“Tangkap dia saat ini juga. Kami tidak mau tunggu lagi. Dia pembohong dan semua yang dia bicarakan itu tidak benar,” ungkap perwakilan pelapor, Frans Pati kala itu menambah tekanan pada diri Kades Marthen Mete.
Alhasil saat diberi kesempatan bicara dirinya hanya bisa berjanji untuk menuntaskan semua persoalan yang sebelumnya tidak sempat ia tuntaskan.
“Saya janji untuk tuntaskan listrik karena saya harus hubungi vendor yang sekarang karena waktu itu uang sudah dikasih tapi vendornya kabur,” ungkapnya.
Sementara untuk jalan sendiri, kata Kades Panenggo Ede, Marthen Mete, dirinya meminta waktu 2 minggu ke depan untuk mengerjakan jalan tersebut.
“Untuk jalan saya minta waktu dua minggu untuk selesaikan semuanya,” tambahnya lagi.Â
Menariknya, kasus dugaan korupsi ini pun lantas dihubungkan dengan kondisi fisik di desa tersebut.
Tidak perlu jauh-jauh. Kantor Desa Panenggo Ede yang jadi representasi pembangunan di desa malah jauh dari kata wah.
Bukan apa-apa, banyak jendela di kantor tersebut yang sudah rusak bahkan tidak dihiasi daun jendela.
Begitu pun dengan kondisi dalam kantor desa yang tidak dilengkapi dengan meja dan kursi. Bahkan untuk pertemuan bersama pun aparat harus meminjamnya dari luar.
Itu belum termasuk atap kantor Desa yang terlihat sudah berkarat tanpa ada upaya perbaikan.
Kontras dengan kondisi Kades Marthen Mete yang dikenal modis hingga memiliki mobil mewah jenis Vios. ***
|
