NTTKreatif, JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum lama ini mengungkapkan kalau dirinya merasa dikecewakan oleh Presiden Jokowi.

Kekecewaan tersebut ia alami saat dirinya dirinya harus menjalani masa tahanan buntut kasus pencemaran agama beberapa tahun silam.

">

Hal ini ia ungkapkan saat hadir dalam podcast Akbar Faizal Uncensored.

Ahok mengatakan saat dirinya diperhadapkan pada kasus tersebut, dirinya berharap dirinya bisa dibantu oleh Presiden Jokowi.

Namun pengharapannya tersebut tidak berbuah manis kendati di satu sisi dirinya merasa kalau dirinya tidak bersalah.

“Saya nggak salah gitu loh. Toh udah kalah juga kenapa saya masih masuk ke dalam tahanan. Kan bisa hukuman pencobaan supaya saya selesai oktober kan. Ya udah saya kasih ke Anies kok, dia dateng juga saya terima baik-baik kan. Ternyata analisa timnya mereka itu saya mesti masuk,” ungkapnya.

Dan gawatnya kata Ahok lagi tuntutan yang diarahkan ke dirinya bukan lagi 4 tahun sebagaimana seharusnya malah dinaikkan menjadi 5 tahun agar dirinya langsung ditahan.

“Kalau secara hukum dituntut di bawah 5 tahun dan dari awal tidak ditahan, begitu saya naik banding, saya nggak bisa ditahan loh. Saya kerja sebagai Gubernur hingga Oktober kan tapi saat hakim lihat itu tuntutan 4 tahun dari jaksa diputusin pakai 5 tahun supaya saya bisa langsung dikurung,” ungkapnya kesal.

Dirinya menambahkan dirinya memahami betul putusan tersebut kental dengan aroma politik.

Dimana dirinya dianggap harus jadi tumbal agar Presiden Jokowi bisa terpilih kembali jadi Presiden.

“Hanya ibu Mega yang berkeberatan berjam-jam. Itu cerita Pak Tito sama saja. Dia lobi sana sini. Pak BG juga yakinkan Ibu Mega tapi Ibu Mega tidak terima saya harus dikurung begitu loh,” ungkapnya lagi. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625