NTTKreatif.com, TAMBOLAKA – Meskipun Kadis PMD SBD Semon Lende telah memberikan klarifikasi adanya dugaan pungutan liar (Pungli) kepada sejumlah pihak, kini salah satu istri Kades di SBD malah membeberkan faktanya.
Hal itu akhirnya memperkuat adanya dugaan pungli hingga dugaan minta jatah reman yang melibatkan Kadis PMD SBD tersebut.
Sementara pada Rabu 22 Januari 2025 kemarin, Kadis PMD malah membantah pernah melakukan hal tersebut.
Bahkan untuk menguatkan peryataan klarifikasinya, ia bahkan meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera memeriksa dirinya jika tudingan tersebut memiliki buktinya.
“Saya menyatakan pada saat ini saya tidak melakukan yang namanya jatah reman seperti apa yang diberitakan kepada seluruh kepala desa yang ada di kabupaten SBD. Jika ada bukti betul mengarah kepada saya data reel ada bukti transfer atau intimidasi yang saya lakukan kepada kepala desa, silakan teman-teman melaporkan kepada pihak yang berwenang,” ungkapnya kepada awak media di ruang kerjanya.
“Jika ada berita dengan bukti yang benar, silahkan laporkan saya kepada pihak Tipikor atau APH ataupun Inspektorat,” katanya lagi.
Tidak berselang lama, salah satu istri kades di SBD akhirnya membeberkan bukti tranferan uang yang diperuntukkan kepada kadis PMD itu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah uang tersebut hendak digunakan kadis PMD dalam pengurusan perkara yang menimpah sang suami salah satu istri kades tersebut.
sementara, uang yang telah diterima kadis PMD itu berjumlah 3 juta rupiah.
Naasnya, hingga kini suami dari salah satu istri kades tersebut masih dalam proses hukum.
“Ada bukti transfer semuanya, bahkan saya kirim dari rekening pribadi melalui agen BRILink terdekat,” ungkapnya dikutip nttkreatif.com dari Hits IDN.
Hingga kini sebut istri kades itu, dirinya merasa telah dibohongi oleh oknum kadis PMD itu.
Padahal katanya, sejumlah uang yang berhasil dikirim dijanjikan oknum kadis untuk permudah proses kasus yang dialami suaminya lewat penyidik.
“Saya kirim melalui Mama F. Saya benar-benar merasa dibohongi. Uang itu katanya untuk berkomunikasi dengan penyidik, tapi nyatanya suami saya masih di tahanan,” ungkapnya.***
|
