Kondisi ini pun membuat Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati SBD, Dominikus A Rangga Kaka sampai harus terjun mengadvokasi para pedagang untuk mulai menempati lapak-lapak yang ada setelah sebelumnya melakukan pembenahan di sejumlah titik termasuk memperbaiki jalan dengan pengerasan.

Saat dikonfirmasi nttkreatif.com, Senin lalu, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla Talu mengakui kalau kondisi Pasar Waimangura yang tidak ditata baik jadi penyebab adanya kemacetan. Hal tersebut pun membuat pihaknya harus menata kembali para pedagang yang berjualan di Pasar Waimangura.

">

Namun penataan itu kata Bupati Ratu harus dibarengi dengan penyiapan fasilitas dan sarana prasara di dalam pasar tersebut.

“Kita pastikan para pedagang masuk ke dalam. Tapi sebelum masuk ke dalam kita siapkan dulu. Kita akan menata jalan setapak, lapak-lapak kita rapikan, kita pastikan akan ada air bersih, kita pastikan toilet di situ, dan kita pastikan ada tempat sampah,” katanya.

Dirinya mengatakan nantinya pihak Pemerintah akan berusaha akan mengatur kembali para pedagang sehingga semua pedagang tidak lagi berjualan di luar areal Pasar Waimangura.

“Kita akan atur kembali. Jadi semua pedagang saya pastiikan harus masuk ke dalam. Tidak masuk ke dalam tidak boleh berdagang,” tegasnya. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625