Menurut @Zlatan, penjagaan dilakukan sepanjang malam hingga pagi hari di sekitar kawasan hutan dan padang. “Sepanjang malam tidak tidur dan terus berjaga menghadapi udara dingin, tidak makan, tidak merokok bahkan tidak pegang HP demi menunggu kedatangan orang yang diduga akan mengambil sapi,” ujarnya.

Pada hari Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, kedua pelaku kepergok membawa sapi yang ikat dengan menggukan mobil pick up. Sebelum terjadi penangkapan, salah seorang pemilik ternak sudah menunggu lama di pohon yang cukup tinggi agar dapat mengawasi lokasi tanpa diketahui oleh orang yang diduga pelaku. Dari posisi tersebut, ia berupaya mendokumentasikan kejadian menggunakan HP untuk merekam aktivitas pelaku saat menarik sapi tersebut.

Namun, setrlah sapi sudah diikat dan dimuat ke dalam kendaran pick up, pemilik ternak yang melakukan penjagaan di atas pohon tidak lagi merekam karena berusaha mencari posisi untuk menghadang kendaraan dari arah yang berbeda. Kondisi jalan raya yang memiliki dua arah juga membuat warga kesulitan dan berusaha mengambil posisi agar kendaraan tersebut dapat dihentikan.

Ketika kendaraan mulai bergerak, masyarakat kemudian melakukan pencegatan di jalan. Situasi berlangsung spontan dan kemudian terjadi ketegangan serta cekcok antara warga dengan kedua pelaku yang berada di dalam kendaraan dan sapi yang diikat di atas pick up.

Menurut @Zlatan, dalam kondisi emosional, sebagian masyarakat kemudian pemukulan terhadap orang yang diduga sebagai pelaku.

“Tindakan tersebut terjadi atas kekecewaan dan emosi warga yang selama ini merasa resah dengan seringnya terjadi kehilangan hewan peliharaan, baik ternak sapi maupun kuda, baik yang sudah dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan berita kehilangan di Polsek Haharu,” sebut @Zlatan.

“Setelah kejadian lama di lokasi, karena menunggu lama pihak kepolisian dari Polsek Haharu, Danposramil mengamankan agar situasi kondusif dan kedua pelaku digiring ke Polsek Haharu. Pada saat kejadian, pemilik kendaraan pick up datang di lokasi pencegatan untuk mengklarifikasi bahwa mobil pick up hanya dipinjam oleh orang yang diduga sebagai pelaku/oknum pembeli,” katanya lagi.

@Zlatan berharap agar kasus pencurian yang diduga melibatkan oknum polisi aktif ini diusut tuntas. Ia memohon dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk bergerak bersama memberantas pencurian ternak yang akhir-akhir ini marak terjadi wilayah Sumba Timur.***

i

DILARANG KERAS!! Mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin NTTKREATIF.COM

Keberatan/Sanggahan? Kirim ke: nagagayamultimedia@gmail.com