NTTKreat.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai 7 hingga 10 September 2026.
Kombinasi dinamika atmosfer dan pergerakan gelombang ekuatorial memicu potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di berbagai kawasan Indonesia.
Meski sebagian besar wilayah selatan seperti Jawa dan Nusa Tenggara tengah berada di puncak musim kemarau, BMKG mencatat fenomena anomali yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi secara mendadak.
BMKG menetapkan status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk kawasan Sumatera bagian utara, khususnya Aceh dan Sumatera Utara. Aktifnya gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), Rossby Ekuatorial, dan Kelvin menjadi pendorong utama pesatnya pembentukan awan konvektif di wilayah tersebut.
Sementara itu, zona kewaspadaan untuk potensi hujan intensitas sedang hingga lebat membentang di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, hingga Papua.
Di wilayah yang sedang mengalami kemarau panjang, seperti Bantul yang mencatatkan durasi hari tanpa hujan cukup panjang, ancaman utama justru bergeser pada hembusan angin kencang akibat perbedaan tekanan udara regional.
Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan baliho, hingga gangguan pada struktur bangunan luar ruang di pusat-pusat perkotaan.
DILARANG KERAS!! Mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin NTTKREATIF.COM
Keberatan/Sanggahan? Kirim ke: nagagayamultimedia@gmail.com
