NTTKreatif.com, Banten– Setelah sempat dilumpuhkan oleh sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, koridor navigasi udara Indonesia mulai menunjukkan pemulihan signifikan. Otoritas penerbangan secara resmi mengumumkan pembukaan kembali operasional di sejumlah bandara utama per tanggal 8 September 2026.

Pembaruan resmi yang dirilis hingga pukul 02.25 WIB memastikan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang telah kembali beroperasi secara normal. Keputusan ini diambil setelah evaluasi ketat terhadap ruang udara dan uji pembersihan material abu dinyatakan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Tidak hanya Soekarno-Hatta, empat bandara penyangga lainnya di Jawa Barat dan DKI Jakarta turut dinyatakan aman dan beroperasi kembali. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Husein Sastranegara (BDO) Bandung, Budiarto (RTO) Curug, serta Pondok Cabe (PCB) kini telah resmi membuka lalu lintas penerbangan mereka.

Penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) pembaharuan oleh AirNav Indonesia menjadi acuan hukum utama dimulainya kembali aktivitas penerbangan. Penilaian risiko berbasis pemantauan satelit dan sampel udara mengonfirmasi bahwa koridor penerbangan di wilayah-wilayah tersebut sudah bebas dari konsentrasi abu vulkanik yang membahayakan turbin pesawat.

Meski demikian, pemulihan belum terjadi secara menyeluruh karena ancaman abu vulkanik masih membayangi kawasan yang lebih dekat dengan pusat erupsi. Tiga bandara utama di area terdampak langsung terpaksa memperpanjang masa penutupan sementara setidaknya hingga pukul 10.00 WIB.

i

DILARANG KERAS!! Mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin NTTKREATIF.COM

Keberatan/Sanggahan? Kirim ke: nagagayamultimedia@gmail.com