Menurut Danramil 1624-01/Larantuka Kapten Inf Paulus Ibi Weking, kehadiran Babinsa di lapangan memungkinkan terjadinya koordinasi yang lebih cepat dengan pihak terkait jika terjadi kendala seperti lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok.

“Dengan demikian, upaya stabilisasi harga dan ketersediaan sembako dapat dilakukan lebih dini,” tegasnya.

">

Langkah proaktif ini tak hanya dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam mengendalikan perekonomian lokal.

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah pasar menciptakan rasa aman bagi pedagang dan pembeli, memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia, dan harga tetap terjangkau.

Inisiatif ini menggarisbawahi peran penting Babinsa tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai aktor kunci dalam upaya stabilisasi ekonomi di daerah.

Keterlibatan mereka menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah dua hal yang tak terpisahkan, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. (Pendim 1624)

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625