NTTKreatif, TAMBOLAKA – Kasus kematian hewan ternak babi mendadak beberapa waktu belakangan ini membuat warga Sumba Barat Daya (SBD), NTT kelimpungan.

Pasalnya, warga menyebut kalau kematian hewan ternak babi ini sangat kerat kaitannya virus Africa Swine Fever (ASF) yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.

">

Terlebih lagi, bangkai babi yang mati dibiarkan begitu saja di sejumlah titik hingga berbau busuk.

Menariknya, saat warga mulai ketakutan dengan kehadiran ASF, Dinas Peternakan dan Kesehatan SBD malah belum terlihat bergerak mengatasi persoalan kematian hewan ternak yang mendadak tersebut.

ASF sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus (genus, asfivirus) yang menyerang ternak babi dan babi liar pada semua umur.

Serangan ASF ini sendiri menyebabkan babi sakit dengan tingkat fatalitas 100 persen dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Uniknya, hingga kini belum ada satu pun vaksin dan obat untuk ASF itu sendiri.

Penularan Langsung dan Tidak Langsung

Penularan ASF sendiri tejadi dalam dua cara baik langsung maupun tidak langsung.

Secara langsung penularan ASF bisa terjadi melalui kontak langsung. Sementara untuk tidak langsung itu melalui pakan sisa, orang termasuk peternak, paramedis.

Selain itu juga bisa melalui Fomites atau seperti sepatu, sandal, pakaian, peralatan dll.

Sementara untuk menghentikan penyebaran virus bisa dilakukan dengan cara pembatasan pergerakan di dan dari daerah yang terinfeksi termasuk meningkatkan biosekuriti peternakan. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625