NTTKreatif, TAMBOLAKA – Angka Stunting di Provinsi NTT masih cukup tinggi.

Hasil SKI Kemenkes RI 2023 menunjukkan kalau NTT menjadi salah satu penyumbang stunting tertinggi di Indonesia.

">

Angkanya pun cukup signifikan di angka 37,9 persen. Angka tersebut jauh dari angka Nasional yang prevalensi stuntingnya di angka 21,5 persen.

Tidak mengherankan jika Perwakilan BKKBN Provinsi NTT bersama mitranya Anggota Komisi IX DPR RI gencar melakukan kegiatan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting.

Seperti yang terlihat di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu 27 Juli 2024 pagi tadi di Kampung Bondo Maliti Desa Unbu Wango, Kecamatan Wewewa Selatan.

“Angka itu membuat NTT berada di posisi teratas secara nasional. Tentu hal semacam ini jadi preseden buruk buat kita semua dimana kita dikenal bukan karena prestasi tetapi sebaliknya,” kata Analisis Pengelolaan Keuangan dan APBN Ahli Madya pada BKKBN Provinsi NTT, Desry J. Tamael dalam paparan materinya.

Sehingga dirinya meminta agar masyarakat yang hadir bisa sedini mungkin mengantisipasi stunting dengan perencanaan kehamilan secara baik mulai dari hamil tidak terlalu muda atau hamil tidak terlalu tua.

Selain itu katanya lagi dibutuhkan juga perhatian terhadap asupan gizi anak selama hamil maupun setelah sang ibu melahirkan.

“Karena apa, stunting itu punya dampak yang cukup besar diantaranya sakit menahun, tidak cerdas, rentan ifeksi, hingga pendidikan rendah,” katanya.

Selain hal-hal tersebut, dirinya menambahkan perlu adanya pemfokusan pada 1000 pertama kehidupan hingga perang terhadap stunting melalui program Bangga Kencana.

“Untuk cara pendampingan kita bisa lakukan Sidak Stunting dengan Seleksi, Dampingi dan Aksi,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Ratu Wulla Talu di kesempatan tersebut secara khusus menggambarkan soal kerja-kerja dirinya sebagai Anggota DPR RI.

Dirinya menerangkan kalau sebagai DPR RI, dirinya memang memiliki tugas pengawasan selain bersama rekan-rekannya merancang UU dan menentukan anggaran.

Hal tersebut lanjut politisi Partai NasDem merupakan kewenangan yang diberikan negara.

“Sehingga kehadiran saya untuk memastikan program yang dibuat pemerintah yang sudah disetujui dan disepakati anggarannya oleh DPR RI benar-benar terlaksana di masyarakat sekaligus menyerap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” katanya.

Ratu Wulla Talu pun mengingatkan agar ke depannya masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya pencegahan dan penanganan stunting.

“Ini tantangan tapi kita bisa kalau bersama-sama. Kami ajak mari kita sama-sama perangi stunting. Saya sendiri ingin agar generasi kita nantinya bisa lebih berkualitas ketimbang kita saat ini,” imbuhnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625