NTTKreatif, WAIBAKUL – Anggota Komisi XIII DPR RI, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Waikabubak di Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (3/4/2025). Kunjungan itu untuk memantau kondisi Lapas serta memantau program layanan yang tersedia bagi warga binaan maupun fasilitas sarana dan prasarana yang dapat digunakan pegawai dalam upaya mewujudkan layanan pembinaan kepada warga binaan di Lapas Terbuka Waikabubak.
Kunjungan Anggota Komisi XIII yang merupakan putra Sumba tersebut, bertujuan untuk meninjau kondisi terkini Lapas Terbuka Waikabubak serta mengamati proses transisi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang baru dibentuk sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Saat tiba di Lapas Terbuka Waikabubak, Anggota Komisi XIII DPR RI yang sering disapa Rudi Kabunang, didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur, Silvester Sili Laba, diterima langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Terbuka Waikabubak, R. Hariyadi.
Dalam sambutannya, Kalapas R. Hariyadi, mengucapkan terima kasih atas perhatian para anggota DPR RI yang merupakan wakil rakyat dari Dapil NTT II sekaligus yang membidangi lembaga pemasyarakatan, atas perhatiannya terhadap kondisi Lapas Terbuka Waikabubak. Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, Rudi Kabunang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap perbaikan sistem pemasyarakatan di wilayahnya.
Kalapas R. Hariyadi menyampaikan kondisi terkini di Lapas Terbuka Wakabubak dengan penghuni atau warga binaan sebanyak 18 orang, dengan komposisi 6 orang dari Kabupaten Sumba Tengan, 4 orang dari Sumba Barat, dan 8 orang dari Kabupaten Sumba Barat Daya.
Menurut Hariyadi, warga binaan yang ada di Lapas Terbuka Waikabubak memiliki keterampilan yang berfokus pada pertanian serta dibantu oleh staf (pegawai) Lapas Terbuka Waikabubak. Ia menuturkan bahwa infrastruktur pendukung di Lapas Terbuka Waikabubak masih banyak kekurangan untuk membantu warga binaan dalam mengasah keterampilan mereka.
Salah satu permasalahan utama yang disampaikan dalam kunjungan ini adalah keterbatasan akses air bersih dan sarana prasarana yang kurang memadai. Kalapas menyebutkan bahwa air bersih sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pegawai dan narapidana, serta untuk menunjang pengembangan lahan pertanian yang menjadi bagian dari program pembinaan warga binaan. Permasalahan ini menjadi perhatian serius yang diharapkan mendapat solusi dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga mengatakan bahwa kunjungannya di Lapas Terbuka Waikabubak untuk melihat dan memantau kondisi terkini serta inovasi program yang dilaksanakan terhadap warga binaan.
Rudi Kabunang berharap agar program-program pemberdayaan yang dijalankan di Lapas Terbuka Waikabubak terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi warga binaan. Menurutnya, pemberdayaan seperti ini tidak hanya memberikan keterampilan bagi narapidana, tetapi juga memberikan peluang bagi mereka untuk berkontribusi pada masyarakat setelah mereka menyelesaikan masa hukuman mereka.
Anggota Komisi XIII DPR RI ini menyatakan bahwa dirinya akan menyampaikan berbagai aspirasi yang diterima dari lapas terbuka kepada pemerintah pusat. Sebagai anggota Komisi XIII yang membawahi bidang hukum dan pemasyarakatan, ia berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan fasilitas serta kesejahteraan pegawai dan narapidana di Lapas Terbuka Waikabubak. Aspirasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan perhatian atas pembangunan Di lepas terbuka.
Di sela-sela pertemuan tersebut, Kalapas R. Hariyadi juga menyerahkan proposal permohonan bantuan sarana dan prasarana guna menunjang pembangunan serta pengembangan Lapas Terbuka Waikabubak.
Selain itu, setelah pertemuan tatap muka berlangsung, Rudy Kabunang juga melakukan pemantauan langsung ke beberapa fasilitas lapas. Ia meninjau kamar hunian para narapidana serta melihat langsung lahan pembinaan pertanian yang menjadi salah satu program unggulan di Lapas Terbuka Waikabubak. Kegiatan ini diikuti oleh 32 pegawai pemasyarakatan dan 18 narapidana yang turut menyampaikan berbagai masukan mengenai kondisi Lapas tersebut.
Melalui kunjungan ini, diharapkan adanya tindak lanjut konkret dari pemerintah pusat untuk meningkatkan fasilitas dan kesejahteraan di Lapas Terbuka Waikabubak. Dengan adanya perhatian dari DPR RI dan pemerintah pusat, pembinaan warga binaan dapat berjalan lebih optimal, sehingga mereka dapat lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.***
|


