NTTKreatif, LARANTUKA – Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur mengalami erupsi hebat Minggu 3 November 2024 lalu dan terus berlangsung hingga saat ini.
Akibatnya, belasan ribu warga yang berada di bawah kaki Gunung Lewotobi pun terpaksa harus mengungsi.
Mereka mengungsi di sejumlah posko yang telah dibangun pemerintah baik di Desa Konga, Kobasoma, Bokang, Ile Gerong, Lewolaga, Eputobi.
Tidak hanya di posko-posko tersebut, beberapa pengungsi lainnya memilih mengungsi sementara di rumah-rumah warga yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur.
Pasca mengungsi, pihak pemerintah pun bergerak cepat untuk mencari wilayah lain untuk dijadikan tempat relokasi.
Hal tersebut dilakukan mengingat warga-warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi disebut bakal kesulitan untuk kembali ke wilayahnya tersebut.
Terlebih rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), zona aman Gunungapi Lewotobi Laki-laki berada enam kilometer dari puncak.
Sedangkan beberapa desa yang direlokasi memiliki jarak dari kawah Lewotobi Laki-laki antara 4-5 KM.
Adapun Desa-Desa yang bakal direlokasi itu diantaranya:
A. Kecamatan Wulanggitang
Yang direlokasi (Total: 2.133 KK)
1. Desa Klatanlo: 346 KK (4,4 km)
2. Desa Hokeng Jaya: 457 KK (4,4 km)
3. Desa Boru: 931 KK (5,1 km) Relokasi untuk Dusun Podo dan Kampung Baru
4. Desa Nawokote: 399 KK (4,8 km)
B. Kecamatan Ile Bura
Yang direlokasi (Total: 638 KK)
5. Desa Nobo : 415 KK (4,9 km)
6. Desa Dulipali: 223 KK (4,1 km)
Sementara Desa yang tidak direlokasi adalah:
A. Kecamatan Wulanggitang
Yang tidak direlokasi (Total: 1.665 KK)
1. Desa Boru Kedang: 371 KK (9,8 km)
2. Desa Pululera 431 KK (6,3 km)
3. Desa Hewa : 425 KK (9,2 km)
4. Desa Waiula: 438 KK (5,7 km)
B. Kecamatan Ile Bura
Yang tidak direlokasi (Total: 243 KK)
5. Desa Nurabelen: 243 KK (6,8 km)
Total Relokasi 2.771 KK
Tdk Relokasi 1.906 KK
Total 4.679 KK.***
|

Tinggalkan Balasan