“Kita menghindari kerusakan maka kita sangat selektif terlebih untuk alsintan besar seperti combain itu. Kalau mau pakai silahkan tapi ada mekanismenya karena biaya perbaikan besar sehingga kami di dinas tidak mau ambil resiko terlalu berlebihan soal itu. Kita tidak mau bantuan pusat ini kemudian rusak kalau kita serahkan langsung ke kelompok sehingga untuk yang besar itu jadi tanggung jawab kami di dinas,” katanya.
Bantuan APBN
Saat ditanya soal jumlah alsintan yang ada sekarang, Frin Tuka secara terbuka mengaku kalau saat ini memang ada sejumlah alsintan yang dibantu dari Kementerian Pertanian.
Seperti di tahun 2025, ada traktor roda empat 15 unit dan traktor croler (rotari) berfungsi cincang tanah 10 unit, combain 4 unit.
Sementara untuk tahun 2026 ini lanjutnya akan ada tambahan alsintan berupa combain 2 unit yang kini sedang dalam perjalanan.
“Prinsipnya ini semua berkat komunikasi baik Pemerintah Daerah dengan Pihak Pusat. Dan kita harus bersyukur karena kita bisa dapat bantuan tersebut yang akan digunakan para petani kita di sini,” katanya lagi. ***
|
