NTTKreatif.com, Larantuka – Salah satu Aktivis Kabupaten Flores Timur, Pirlo Luron menyampaikan dukacita terhadap korban banjir di Sumatera dan Aceh yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.
“Saya mewakili kawan-kawan aktivis gerakan sosial terkhususnya daerah Flores Timur menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah bencana alam yang menimpa saudara-saudari kita di Sumatera dan Aceh,” ujarnya, Senin.
Pirlo Luron mengatakan, kehilangan nyawa dan luka-luka yang diderita bukan sekadar angka namun luka kolektif bangsa.
“Kepada para korban yang telah gugur, kami hantarkan doa dan penghormatan. Kepada keluarga yang ditinggalkan dan seluruh masyarakat yang terdampak, kami tegaskan, kalian tidak sendiri,” ujarnya.
Pirlo mengatakan, dalam situasi darurat ini, aktivis hadir sebagai bagian dari kekuatan rakyat yang tak akan tinggal diam. Ia menyebut bencana tersebut bukan hanya soal alam, tapi juga soal keadilan dan keberpihakan. Maka pentingnya solidaritas sebagai sebuah kewajiban.
“Kami berdiri bersama kalian, dalam duka, dalam perjuangan, dan dalam harapan akan pemulihan yang adil dan bermartabat,” imbuhnya.
Pirlo juga menyatakan, dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan tersebut.
“Gerakan rakyat yang berpihak pada keadilan sosial, kami mencatat dan mengapresiasi respons awal pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia, dalam menghadapi bencana yang melanda Sumatera dan Aceh. Langkah cepat yang telah diambil menunjukkan bahwa negara masih memiliki ruang untuk hadir di tengah rakyatnya yang sedang berduka,” terangnya.
Pirlo berharap, kehadiran negara tidak boleh berhenti pada simbol dan seremoni.
“Kami menuntut agar seluruh proses penanganan dari evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan pascabencana dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan berpijak pada kebutuhan konkret masyarakat terdampak, terutama kelompok paling rentan,” paparnya.
Ia mengatakan, bencana bukan hanya soal alam, tetapi juga soal bagaimana negara menjalankan mandat konstitusionalnya melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
“Maka, kami akan terus mengawal dan memastikan bahwa setiap langkah pemulihan tidak menjadi ruang bagi praktik korupsi, pengabaian, atau ketimpangan distribusi,” tandasnya. (Ladopurab)***
|
