NTTKreatif, Flores Timur – Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi, Kamis, 20 Maret 2025 malam.
Erupsi kali ini disertai gemuruh hebat dan lontaran abu vulkanik setinggi 8.000 meter, memaksa warga sekitar untuk mengungsi.
Akibat aktivitas vulkanik yang semakin meningkat, status Gunung Lewotobi yang terletak di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura kini dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas).
Tidak hanya menyebabkan kepanikan, erupsi ini juga mengakibatkan dua warga mengalami luka bakar serius akibat terkena material panas.
Korban, Hendrikus Saran Kewuta (54) dan Wilbrodus Todo Boli Kwure (65), dievakuasi dari kebun yang berada di kaki gunung dan langsung dilarikan ke Puskesmas Lewolaga untuk perawatan intensif.
Dokter Yuliana Mariana Nuet Kancing dari UPTD Puskesmas Lewolaga mengonfirmasi bahwa Hendrikus mengalami luka bakar derajat dua dengan luas 49,5 persen, meliputi wajah, leher, punggung, lengan, tangan, serta kedua kakinya.
Ia telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kota Larantuka untuk perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, Wilbrodus mengalami luka bakar sekitar 27 persen, terutama di tangan kanan.
“Saat ini masih bisa kami tangani dengan melakukan terapi cairan pada luka bakar, namun kami tetap berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,” ujar dr. Yuliana.
Terpisah, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Uran, yang turun langsung ke lokasi, menyebut bahwa empat desa di Kecamatan Ile Bura kini terdampak material vulkanik, yaitu Desa Riangbaring, Lewotobi, Lewoawang, dan Riangrita.
“Jalanan dan atap rumah warga tertutup debu tebal. Sementara di Desa Nurabelen, terdapat korban lahar panas yang dirujuk ke Puskesmas Lewolaga,” katanya.
Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat kini berupaya mengevakuasi warga yang masih berada di zona bahaya serta menyalurkan bantuan darurat bagi korban terdampak.
Warga juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko lebih besar.***
|
