NTTKreatif, Larantuka Flores Timur kembali diguncang skandal. Solar bersubsidi, yang sejatinya diperuntukkan bagi nelayan kecil, petani, serta masyarakat berpenghasilan rendah, diduga kuat nyasar ke berbagai proyek pembangunan hingga ke lokasi hunian sementara bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

Temuan ini membuka babak baru pertanyaan publik: siapa menikmati keuntungan dari permainan kotor ini, dan siapa yang harus bertanggung jawab?

">

Informasi yang diterima redaksi mengungkap bahwa suplai BBM subsidi jenis Solar dalam beberapa bulan terakhir mengalami kelangkaan di sejumlah SPBU maupun pangkalan resmi di Flores Timur.

Namun ironisnya, di lapangan justru terpantau aktivitas alat berat yang tak pernah berhenti bekerja di sejumlah proyek pembangunan, mulai dari proyek infrastruktur hingga penyiapan kawasan hunian sementara bagi penyintas erupsi Lewotobi.

Dugaan pun menguat: Solar bersubsidi dialihkan secara sistematis untuk menunjang pekerjaan proyek yang bernilai miliaran rupiah.

Sejumlah sopir truk dan operator alat berat yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa Solar yang mereka gunakan “sudah disiapkan bos.” Siapa sang bos? Mereka bungkam.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625