NTTKreatif, Larantuka — Keuskupan Larantuka, Nusa Tenggara Timur, bersiap menjadi tuan rumah Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusa Tenggara (Nusra), sebuah ajang refleksi dan koordinasi pastoral tingkat regional yang akan berlangsung pada 1–5 Juli 2025.
Dalam pertemuan lima tahunan ini, Gereja Katolik di wilayah NTT akan memusatkan perhatian pada isu pekerja migran sebagai tantangan pastoral yang mendesak.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Aula Gedung OMK Keuskupan Larantuka, Kabupaten Flores Timur dan akan dihadiri sembilan uskup dari sembilan keuskupan se- Regio Nusra. Setiap keuskupan juga akan mengutus perwakilan dari berbagai komisi dan pusat pastoral.
“Perpas XII akan menjadi ruang bersama dalam menanggapi persoalan besar seputar migrasi yang selama ini menjadi realitas hidup umat,” ujar Ketua Umum Panitia Perpas XII, RD Gabriel Unto Dasilva, dalam konferensi pers, Selasa (17/5/2025).
Selain para uskup, kegiatan ini turut melibatkan unsur pemerintah seperti Kementerian Pekerja Migran Indonesia, Polda NTT, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk pengamat dan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di isu perlindungan pekerja migran.
Selain itu, utusan dari tiga dekenat di wilayah Keuskupan Larantuka—yakni Larantuka, Adonara, dan Lembata—juga akan berpartisipasi.
“Kurang lebih hampir 100-san peserta yang hadir dalam kegiatan nanti,” tutur RD. Gabriel.
Menghadapi Realitas Migrasi
|
