NTTKreatif, Larantuka Aroma kisruh internal yang belum juga reda akhirnya meledak di hadapan publik. Pemerintah Kabupaten Flores Timur secara resmi melepas tim Perseftim menuju ajang bergengsi Kompetisi Nasional Seri 4 di Yogyakarta, Minggu (13/04/2025). Namun, momen bersejarah itu justru dibayang-bayangi ketidakhadiran Ketua Asosiasi PSSI Kabupaten Flotim, Yohanis “Jhon” Kopong.

Ketidakhadiran Jhon Kopong di acara penting ini menguatkan dugaan publik bahwa hubungan antara dirinya dan manajemen Perseftim benar-benar retak pasca kisruh internal usai ETMC ke-33 di Kupang. Bahkan, pemerintah daerah pun turun tangan mengambil alih penuh urusan keberangkatan tim, dari logistik hingga manajemen.

">

“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal menyelamatkan marwah sepak bola Flores Timur di kancah nasional,” tegas Ketua KONI Flores Timur, Yitno, dalam sambutannya saat pelepasan tim.

Langkah tegas Pemda Flotim dan KONI bukan tanpa alasan. Konflik yang terus bergulir antara Ketua Askab dan manajemen Perseftim membuat persiapan tim terancam berantakan. Untuk menghindari kegagalan yang lebih besar, KONI menunjuk manajemen baru yang dinilai lebih profesional dan tidak terseret pusaran konflik internal.

Salah satu nama yang kembali dipercaya adalah Vicky Bethan, mantan Manajer Umum Perseftim yang sebelumnya diberhentikan sepihak oleh Jhon Kopong. Penunjukan Vicky dianggap sebagai sinyal kuat bahwa KONI dan Pemda tak lagi menaruh kepercayaan pada Ketua Askab saat ini.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625