NTTKreatif, LARANTUKA – Dinamika politik jelang Pilkada Flotim semakin mengurucut pada nama para pasangan calon (paslon) yang sudah dipastikan bertarung di hajatan lima tahunan tersebut.

Nama-nama seperti Anton Doni Dihen, Anton Hadjon, Lukman Riberu dan Stef Ola Demon yang sedari awal sudah beredar di tengah masyarakat mulai pelan-pelan memantapkan kakinya melangkah menuju gelanggang pertarungan merebut kursi EB 1 dan EB 2 di Kabupaten Flores Timur.

">

Menariknya, dari empat bakal calon tersebut baru dua paslon yang sudah dipastikan berada pada zona aman sebelum pendaftaran 27 Agustus 2024 mendatang.

Kedua paslon tersebut adalah Anton Doni Dihen-Ignas Uran dan Stef Ola Demon-Rofinus Baga Kabelen.

Untuk Anton Doni Dihen dan Ignas Uran, keduanya sudah dipastikan diusung Partai NasDem (7 kursi), Partai Demokrat (1 kursi) dan Partai Gelora (1 kursi).

Gabungan tiga partai tersebut membuat Anton Doni Dihen dan Ignas Uran memiliki 9 kursi di DPRD Flotim atau melebihi kursi minimal 6 kursi sebagai syarat untuk maju di Pilkada Flotim.

Sedang untuk pasangan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati, Stef Ola Demon dan Rofinus Baga Kabelen sudah dipastikan akan didukung oleh PKB (4 kursi) dan PAN (5 kursi) atau 9 kursi di DPRD Flotim.

Sementara untuk mantan Bupati Flotim, Anton Hadjon hingga berita ini dirilis baru mengantongi dukungan dari PDI Perjuangan dengan 5 kursinya.

Begitupun dengan Lukman Riberu dan Zakarias Paun yang hingga kini baru didukung oleh Partai Golkar.

Lalu bagaimana dengan Partai Gerindra? Desas desus yang beredar, partai yang kini dipimpin oleh Matias W Ena tersebut belum kunjung menunjukkan ke arah mana koalisi Gerindra bakal terbentuk.

Hal tersebut terjadi karena di dalam tubuh Partai Gerindra masih terjadi tarik ulur kepentingan yang membuat partai yang dimiliki Presiden terpilih, Prabowo Subianto itu lebih memilih pasif dan terkesan tertutup.

Kendati di satu sisi, sang ketuanya terlihat semakin mesra dengan Anton Hadjon. Bahkan kedekatan keduanya memunculkan spekulasi kalau-kalau keduanya bakal dipaketkan di Pilkada Flotim kali ini.

Jika itu terjadi maka tambahan 3 kursi milik Partai Gerindra sudah cukup membuat Anton Hadjon melangkah mulus menemani kedua paslon lainnya ke Pilkada Flotim dengan total dukungan kursi 8 kursi akumulasi 5 kursi PDI Perjuangan dan 3 dari Gerindra.

Skenario itu tentu menjadi skenario terburuk nantinya andai Partai Perindo dengan 1 kursinya enggan mau bergabung dalam gerbong Anton Hadjon karena di atas kertas Anton Hadjon sebenarnya hanya butuh tambahan 1 kursi saja untuk memastikan dirinya tidak terdepak di Pilkada nanti.

Namun begitu, peluang yang sama pun dimiliki oleh Lukman Riberu dan Zakarias Paun. Dengan Golkar, keduanya hanya butuh 3 kursi tambahan lagi untuk lolos dan 3 kursi tersebut hanya dimiliki oleh Partai Gerindra saja walaupun di satu sisi pasangan yang dikenal dengan tagline Ribu Ratu itu berhasil meraih dukungan dari Partai Perindo dengan 1 kursinya.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625