NTTKreatif com, Larantuka -Rumah milik MTT, warga Kelurahan Puken Tobi Wangibao, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, diduga dirusaki keluarga sendiri sejak Jumat, 10 April 2026 pekan lalu. MTT bersama Istri dan dua anaknya kini berlindung ke rumah orangtuanya.

Kepada wartawan, Sabtu, 18 April 2026, MTT mengaku rumahnya jadi sasaran amukan FMG. Jendela, pintu depan, hingga seisi perabotan hancur tanpa sisa. Serpihan lemari bahkan berserakan ke kamar tidur.

">

Menurut korban, kasus itu dipicu masalah sepeleh dalam keluarga saat pesta sambur baru ponakannya yang digelar di rumah ayahnya, TBT pada 10 April. Anak FMG berinisial AG, beradu awalnya beradu mulut dengan korban di acara pesta.

AG, yang kabarnya mengalami gangguan kesehatan, mengajak duel MTT namun tak digubris demi menghindari masalah, terlebih sedang ada acara keluarga.

Menurut MTT Kedua belah pihak seharusnya sama-sama menjaga acara itu sehingga tidak memicu keributan yang dapat mengganggu kenyamanan keluarga yang lain.

“Dia (AG) sempat tarik saya, ajak baku pukul. Sampai saya ditumbuk tiga kali, bibir saya terluka. Akhirnya saya balas pukul,” cerita MTT.

Pukulan balasan itu berbuntut panjang. AG melaporkan ke ayahnya, FMG, kemudian datang membanting kursi serta piring dan gelas di tempat pesta. Tak berhenti di situ, FMG juga merusaki rumah MTT. Terduga pelaku mengancam keluarga MTT dengan panah.

“Kami sudah aman, anak dan istri saya sudah tidak tinggal di rmah. Hari Minggu kemarin (tanggal 12 April), keluarga saya diancam akan dipanah,” ungkapnya.

MTT sendiri telah melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur. Laporan dilakukan berkali-kali namun belum ada tindakan.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625