NTTKreatif.com, Tambolaka – Wajah kota Tambolaka perlahan-lahan berubah. Jika sebelumnya wajah kota hanya dengan lapangan Galatama dengan rumputnya yang selalu diisi Sapi dan Kerbau maka kini semuanya berbanding terbalik 180 derajat.

">

Tak ada lagi sapi dan kerbau yang selalu mengisi lapangan tersebut. Begitupun dengan sisi lainnya. Semua jauh lebih indah karena keberadaan Alun-Alun Kota Tambolaka.

Iya, mustahil memang namun itulah kenyataannya. Alun-Alun Kota Tambolaka lah yang mengubah image Kota Tambolaka jadi tonggak baru kepariwisataan Sumba Barat Daya sekaligus penegas kalau Sumba Barat Daya tidak hanya kaya akan wisata alamnya namun juga wisata jantung kota yang dipadukan dengan wisata kuliner dan wisata hiburan mirip dengan wisata yang ditawarkan di Malioboro di Jogjakarta.

Hebatnya, sentuhan wisata Alun-Alun Kota Tambolaka ini baru terasa saat kepemimpinan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu dan Wakil Bupati, Dominikus A Rangga Kaka serta jajarannya.

Keduanya berhasil mengubah alun-alun yang sebelumnya tampak biasa-biasa menjadi luar biasa seperti sekarang. Walaupun harus diakui kalau keberadaan alun-alun ini juga tidak lepas dari kontribusi kepemimpinan sebelumnya yakni mantan Bupati dr Kornelius Kodi Mete dan mantan Wakil Bupati, Marthen Christian Taka.

Dimana kala itu, Kabupaten Sumba Barat Daya diberi reward anggaran Rp 11 M yang bersumber dari anggaran APBD II untuk dana infrastruktur daerah berkat raihan WTP selama dua tahun terakhir.

Pengerjaan tersebut dimulai sejak 2023 silam dengan Pagu Anggaran masing-masing Rp3 M di tahun 2023, 2024 sebesar Rp4 M dan sisanya Rp4 M di tahun 2025 ini dengan pengerjaan bersifat multiyears.

Sempat Dikritik Banyak Pihak

Menariknya, sebelum tampak indah dan asri dengan kuda-kuda gagah di areal jalan di tengah menuju bandara maupun menuju weetabula, dan dipadukan dengan areal jogging track hingga trotoar dengan bangku panjang dan lampu hias, alun-alun Kota Tambolaka nyatanya tidak lepas dari kritikan banyak pihak.

Pasalnya, di dua tahun sebelumnya keindahan alun-alun itu memang tidak nampak. Banyak rumput yang dibiarkan meninggi tanpa terurus dengan baik. Banyak lampu hias yang rusak usai dilempari batu hingga cat di beberapa titik yang mulai memudar.

Belum lagi, dengan areal bundaran yang dianggap sempit. Syukurnya semua kritik tersebut kemudian didengar dengan pembenahan secara gradual.

Begitu pun yang dilakukan saat Bupati Ratu dan Wakil Bupati Angga memimpin. Pelan tapi pasti, perubahan tersebut menjadi lebih nampak apalagi saat dirinya menertibkan para pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di depan jalan utama dengan memindahkan mereka di sisi lain di lokasi tersebut.

Semua tampak lebih rapi dan memancarkan sisi lain keindahan alun-alun Kota Tambolaka ditambah dengan semakin lengkapnya sarana prasara yang dibangun di tempat itu.

Tidak heran, jika setiap harinya, baik pagi, siang, sore dan malam, alun-alun tidak pernah sepi pengunjung. Semua berlomba-lomba datang ke tempat itu bukan sekedar melihat tapi juga menikmati suasana yang selama ini mereka rindukan.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625