“Turnamen e-Sport ini adalah cara kami merayakan kemerdekaan dengan semangat anak muda: kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” katanya.
Meski tergolong baru, e-Sport di Flores Timur menunjukkan perkembangan positif. Beberapa atlet asal Flotim pernah mewakili daerah di tingkat provinsi, bersaing dengan pemain terbaik dari seluruh Nusa Tenggara Timur.
Menurut Nani Betan, e-Sport memiliki keunikan tersendiri karena menuntut kreativitas, keterampilan digital, serta penguasaan teknologi informasi. Oleh sebab itu, ajang seperti ini tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga wadah pengembangan diri anak muda.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, jaga kebersamaan, dan tunjukkan semangat juang hingga turnamen berakhir dengan sukses,” pesan Nani Betan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Rutan Kelas IIB Larantuka yang telah memberikan izin sehingga turnamen dapat digelar di Kafe Bui Nagi. Dukungan lintas lembaga, menurutnya, menjadi bukti bahwa e-Sport semakin diterima sebagai olahraga yang positif dan bermanfaat.
Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di Flores Timur. Selain memupuk semangat kompetisi, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempererat persaudaraan dan solidaritas di kalangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
“Dengan tingginya minat dan dukungan terhadap e-Sport di Flores Timur, saya optimistis daerah ini bisa menjadi salah satu pusat lahirnya atlet digital terbaik di NTT,” kata Nani Betan menutup sambutannya.
Pembukaan turnamen offline e-Sport Mobile Legends ini juga dihadiri oleh Sekretaris DPD II Partai Golkar Flotim, Dami Rianghepat; dua Anggota DPRD Flotim Fraksi Golkar, Basir Kebesa Raya dan Marianus P. Fernandes; serta salah satu Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Budi Sucipto Bin Nordin.***
|
