NTTKreatif, Larantuka – Aroma tak sedap kembali tercium dari tubuh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Flores Timur. Kali ini, publik dikejutkan dengan dugaan penyelewengan dana sebesar Rp190 juta yang dikirim KONI untuk mendukung tim Perseftim berlaga di ajang bergengsi El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIII Kupang.

Fakta mengejutkan terungkap. Dana yang semestinya dikelola secara institusional oleh Askab, justru dialirkan ke rekening pribadi Ketua Askab PSSI Flotim, Ir. Yohanis Kopong. Data sementara yang diperoleh NTTKreatif dari sumber terpercaya menyebutkan, dari total dana tersebut, Rp150 juta ditransfer langsung ke rekening pribadi sang ketua.

">

Praktik ini sontak memicu kegaduhan dan tanda tanya besar. Publik dan pecinta sepak bola Flores Timur bertanya-tanya: kenapa dana publik untuk kegiatan olahraga bisa masuk ke kantong pribadi, meskipun atas nama ketua organisasi?

“Ini mencurigakan dan sangat tidak etis. Dana publik itu bukan milik pribadi. Harus ada transparansi!” tegas seorang pengamat olahraga di Larantuka yang enggan disebut namanya.

Kisruh ini makin panas setelah pernyataan terbuka dari Herman Vicky Betan, salah satu manajemen Perseftim yang turut mendampingi tim ke Kupang. Vicky membeberkan, selama ETMC XXXIII, manajemen hanya mengelola Rp40 juta, sedangkan sisanya—Rp150 juta—”ditahan” di Askab.

“Kami cuma bawa Rp40 juta. Sisanya ditahan. Akhirnya kami harus cari dana sendiri demi perjuangan nama Flores Timur,” ungkap Vicky, Minggu, 6 April 2025.

Tak hanya itu, konflik internal pun terjadi. Menurut Vicky, ketua Askab ingin mengambil alih penuh kendali keuangan tim, termasuk dalam pengambilan keputusan strategis.

“Saya tegas soal manajemen dana. Tapi beliau ingin atur semua. Kami sering bentrok karena itu,” ujarnya.

Ironisnya, di tengah minimnya dukungan dana dan kisruh internal, Perseftim justru sukses mengharumkan nama daerah dengan menyabet juara III—prestasi yang mengakhiri 15 tahun puasa gelar.

Namun, ketegangan belum berakhir. Dana hadiah yang seharusnya dibagi berdasarkan kesepakatan pemain dan pelatih, justru diminta Ketua Askab untuk menutupi utang Training Center (TC) di Larantuka—sebuah keputusan sepihak yang ditolak tegas oleh pemain dan ofisial tim.

“Tidak bisa begitu. Ini hasil perjuangan tim, bukan untuk bayar utang yang tidak disepakati,” kata Vicky dengan nada kecewa.

Dengan fakta-fakta yang terus bergulir, publik kini menuntut transparansi, audit independen, dan bahkan tak sedikit yang menyuarakan agar aparat penegak hukum turun tangan.

Apakah ini sekadar miskomunikasi atau awal dari skandal korupsi di tubuh Askab PSSI Flotim?.NTTKreatif akan terus mengusut dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.*(Ell)

Ket : Foto Ketua Askab Flotim dan bukti transfer dana sebesar 150 juta ke rekening pribadi Ketua Askab Flotim atas nama Ir. Yohanis Kopong. (Dok/ NTTKreatif)

 

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625