NTTKreatif, JAKARTA – Prestasi membanggakan Kembali ditorehkan oleh dunia Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Tim ‘SUMBA BISA’ dari SMA Swasta Kristen Waikabubak dan SMA Negeri 1 Waikabubak ini berhasil meraih Medali Emas dalam ajang internasional World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2025 yang diselenggarakan pada 19-22 Mei 2025 secara hybrid di Jakarta.
Kompetisi bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi antara Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pancasila, dan Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Di tahun kelimanya, WSEEC 2025 diikuti oleh 246 siswa/I dan mahasiswa dari 16 negara, termasuk Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Turki, Hong Kong, Kazakhstan, Tiongkok, dan Singapura. Kompetisi ini menjadi ajang kemampuan inovasi ilmiah generasi muda dalam bidang sains, lingkungan, dan rekayasa teknik.
SMA Swasta Kristen Waikabubak mengirimkan 6 (enam) siswi terbaiknya yang terdiri dari Gevieve Daniella Amaya, Kezia Hillary M. R. Paubun, Azarya Malika Paubun, Josephine Eugenia Wirianata, Ririn Auriel Kami, dan Erlichya Ferciani Kutika. Sementara SMA Negeri 1 Waikabubak mengirimkan 4 (empat) siswi terbaiknya, yakni Maria Louise Ulina Dimu, Rhiana Abigail Katu, Melina Dongu Laba, dan Olivia Ngudu Duka.
Kesepuluh siswi dari dua SMA berbeda asal Kabupaten Sumba Barat itu, dibagi dalam dua tim berbeda dengan 5 (lima) orang yang diberi nama tim ‘SUMBA BISA 1’ dan ‘SUMBA BISA 2’. Tim 1 beranggotakan Gevieve Daniella Amaya, Kezia Hillary M. R. Paubun, Azarya Malika Paubun, Maria Louise Ulina Dimu, dan Rhiana Abigail Katu. Sedangkan Tim 2 terdiri dari Josephine Eugenia Wirianata, Ririn Auriel Kami, dan Erlichya Ferciani Kutika, Melina Dongu Laba, dan Olivia Ngudu Duka.
Melalui bimbingan Budi Santoso dan Yayasan Terang Sumba, kedua Tim asal Kabupaten Sumba Barat berhasil membawa pulang dua medali emas.
Tim 1 berhasil meraih Medali Emas dan IYSA Semi Grand Award dengan karya tulis berjudul “The capability ST-PS as an anti-aging cream plus”. Penelitian ini mengangkat kombinasi dua tanaman, yaitu Padina australis dan Salicornia herbacea L., sebagai alternatif STEM CELL alami untuk anti-penuaan kulit. Kedua tanaman tersebut mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang efektif mencegah penuaan dini, mengurangi kerutan, mencerahkan, dan melembabkan kulit. Produk akhir dari riset ini adalah krim bernama PEARL-SKIN, yang didukung oleh PT. Eskol Surya Anugerah. Riset tim 1 merupakan riset terbaik kedua dari 246 siswa/I, baik lomba online maupun offline. Tim 1 juga mendapat tiket free registration EXPO 2025.
Sementara Tim 2, juga memperoleh Medali Emas dan Best Presentation Award berkat karya berjudul “The Effect Of Anthocyanin-ipomoea-Erythrocyte Indicator Of Cancer” yang mengusung metode deteksi dini kanker menggunakan ekstrak antosianin dari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Penelitian ini memanfaatkan perubahan warna dan analisis fragmentasi eritrosit sebagai indikator keberadaan sel kanker dalam tubuh. Keunggulan tim ini terletak pada kemampuan mempresentasikan materi secara jelas, tajam, dan dalam bahasa Inggris yang fasih.
Prestasi ini tentu menjadi sumber kebanggaan tidak hanya bagi SMA Swasta Kristen Waikabubak dan SMA Negeri 1 Waikabubak, tetapi juga bagi Kabupaten Sumba Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Prestasi yang membanggakan ini menegaskan bahwa pelajar dari daerah pun mampu bersaing dan unggul dalam kompetisi ilmiah tingkat dunia. Dengan ajang kompetisi ini diharapkan akan lebih banyak lagi prestasi anak-anak muda Sumba di masa depan.
Kepala SMA Swasta Kristen Waikabubak, menyampaikan apresiasinya kepada para siswi yang telah mengharumkan nama kedua sekolah dan daerah di kancah internasional.
“Kami, seluruh civitas akademika SMAS Kristen Waikabubak bangga dan mengapresiasi pencapaian anak-anak kami dan rekan-rekannya dari SMA Negeri 1 Waikabubak yang telah menorehkan prestasi meraih gold medal di bidang penelitian ilmiah dalam perlombaan tingkat internasional,” ujar Kepala SMA Swasta Kristen Waikabubak, Hetty Rambu Podu kepada media ini via WhatsApp, pada Kamis (22/5/2025) kemarin.
Menurut Hetty, apa yang mereka raih saat ini membuktikan bahwa anak-anak Sumba, juga bisa bersaing dengan anak-anak di luar sana (luar daerah) bahkan di tingkat internasional seperti yang mereka ikuti saat ini.
“Tentunya itu semua adalah hasil kerja keras, perjuangan dan ketekunan mereka dan terutama dukungan penuh dari orangtua mereka masing-masing. SMAS Kristen Waikabubak berterima kasih kepada Yayasan Terang Sumba yang telah membuka ruang bagi anak-anak kami untuk mengembangkan potensi tersembunyi di dalam diri anak-anak kami,” ungkap Hetty.
“Kami pihak sekolah hanya sebagai pihak yang turut bangga dan bahagia dengan prestasi mereka ini. Kami berharap anak-anak ini terus berkarya, jadi teladan dan pemicu semangat bagi anak-anak yang lain bahwa anak Sumba juga bisa bersaing di tingkat internasional, dan tetaplah rendah hati,” tutupnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Waikabubak, Paulinus Sukur, juga menyampaikan apresiasinya kepada para siswi yang telah mengharumkan nama kedua sekolah dan daerah di kancah internasional.
“Civitas akademika SMA Negeri 1 Waikabubak menyampaikan apresiasi yang stinggi-tingginya karena ini perjuangan anak-anak yang sangat luar biasa atas pencapaian anak-anak kami dan rekan-rekannya dari SMA Kristen Waikabubak yang telah menorehkan prestasi dan meraih medali emas tingkat internasional,” ujar Paulus Sukur yang dihubungi media ini secara terpisah via WhatsApp, pada Jumat (23/5/2025).
“Keberhasilan anak-anak tersebut tidak terlepas dukungan dari banyak pihak, Yayasan Terang Sumba, pendamping anak-anak Pak Budi, pendamping lokal dari luar sekolah, yaitu SMA Negeri dan SMA Kristen Waikabubak, dan juga orangtua anak yang membantu mereka siang dan malam untuk memenuhi segala keperluan anak-anak” ungkapnya lagi.
Paulus menuturkan, bahwa prestasi ini merupakan kolaborasi dari semua pihak yang mendukung anak-anak yang sangat luar biasa.
“Perjuangan yang sangat luar biasa dari anak-anak yang 10 orang itu, jadi dua tim itu dapat medali emas semua itu memang perjuangan anak-anak yang sangat luar biasa dan penampilan anak-anak luar biasa,” tutur Paulus.***
|


