Tak lama berselang, ia juga akan memimpin delegasi PMKRI Larantuka dalam Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI di Ruteng pada Juli mendatang.

Menurut Somi, PMKRI harus tetap menjadi organisasi yang kritis terhadap berbagai persoalan bangsa, namun tetap mengedepankan cara-cara yang terukur.

">

“Berisik yang terukur, karena diam dalam ketidakadilan adalah pengkhianatan. Untuk gereja dan tanah air, tanpa kompromi,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya, Somi menargetkan penguatan kelembagaan DPC PMKRI Larantuka. Ia ingin membangun kembali soliditas organisasi melalui konsolidasi kader, melibatkan alumni, serta memperkuat sinergi dengan Gereja dan berbagai pemangku kepentingan di Flores Timur.

“Saya tidak datang hanya untuk mengisi ruang yang kosong. Saya datang untuk menghantam keyakinan lama, meyakinkan yang ragu, dan membuktikan bahwa PMKRI Larantuka hidup, bernyali, dan layak diperhitungkan,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Somi juga membawa mimpi besar agar Larantuka dapat menjadi tuan rumah Kongres Studi Nasional (KSN) Pengurus Pusat PMKRI pada masa mendatang.

Menurutnya, momentum tersebut akan menjadi bukti bahwa Larantuka mampu tampil sebagai salah satu pusat gerakan intelektual kader PMKRI di Indonesia.

“Pilihan ada di tangan kita. Datang, bicara, dan bergerak. Larantuka menunggu,” pungkasnya.****