NTTKreatif.com, Larantuka Sejarah baru tercipta di tubuh PMKRI Cabang Larantuka. Untuk pertama kalinya sejak organisasi itu berdiri sekitar dua dekade lalu, kepemimpinan dipercayakan kepada seorang perempuan asal Lamaholot.

Dia adalah Maria Somi Sili, yang terpilih sebagai Mandataris Ketua Presidium Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Larantuka dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (26-27 Juni), di Sekretariat Margasiswa PMKRI Larantuka.

">

Terpilihnya Somi menjadi catatan penting dalam perjalanan PMKRI Larantuka sejak cabang tersebut berdiri melalui Kongres dan MPA PMKRI di Jayapura pada 2006. Kepemimpinannya menandai babak baru sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kader perempuan untuk tampil di garda depan organisasi.

Perempuan yang akrab disapa Somi itu bukan berasal dari keluarga elite. Ia merupakan anak sulung dari lima bersaudara yang dibesarkan di Desa Kokotobo, Kecamatan Adonara Tengah, Flores Timur.

Saat ini, Somi juga tengah menanti jadwal sidang skripsi di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Institut Keguruan dan Teknologi (IKTL) Larantuka.

Bagi Somi, kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan.

“Ini bukan warisan, ini panggilan. Saya dipercaya, dan itu adalah keberanian yang saya peluk erat,” kata Somi.

Usai terpilih, Somi langsung dihadapkan pada sejumlah agenda penting. Selain menyusun struktur kepengurusan DPC PMKRI Larantuka periode mendatang, ia juga akan bertolak ke Jakarta untuk menjalankan tugas sebagai bagian dari Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pengurus Pusat PMKRI Periode 2024-2026.

Tak lama berselang, ia juga akan memimpin delegasi PMKRI Larantuka dalam Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI di Ruteng pada Juli mendatang.

Menurut Somi, PMKRI harus tetap menjadi organisasi yang kritis terhadap berbagai persoalan bangsa, namun tetap mengedepankan cara-cara yang terukur.

“Berisik yang terukur, karena diam dalam ketidakadilan adalah pengkhianatan. Untuk gereja dan tanah air, tanpa kompromi,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya, Somi menargetkan penguatan kelembagaan DPC PMKRI Larantuka. Ia ingin membangun kembali soliditas organisasi melalui konsolidasi kader, melibatkan alumni, serta memperkuat sinergi dengan Gereja dan berbagai pemangku kepentingan di Flores Timur.

“Saya tidak datang hanya untuk mengisi ruang yang kosong. Saya datang untuk menghantam keyakinan lama, meyakinkan yang ragu, dan membuktikan bahwa PMKRI Larantuka hidup, bernyali, dan layak diperhitungkan,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Somi juga membawa mimpi besar agar Larantuka dapat menjadi tuan rumah Kongres Studi Nasional (KSN) Pengurus Pusat PMKRI pada masa mendatang.

Menurutnya, momentum tersebut akan menjadi bukti bahwa Larantuka mampu tampil sebagai salah satu pusat gerakan intelektual kader PMKRI di Indonesia.

“Pilihan ada di tangan kita. Datang, bicara, dan bergerak. Larantuka menunggu,” pungkasnya.****