“Total 55 PAUD. Yang lain menyusul,” ungkapnya lagi.
Keberhasilan ini pun membuka fakta menarik tentang Sumba Barat Daya khususnya di bidang pendidikan yang mana jumlah tersebut berbeda jauh dengan jumlah sekolah yang direvitalisasi pada tahun 2025 lalu.
Dimana di tahun 2025 lalu, SBD mendapatkan 30an sekolah direvitalisasi dengan PAUD hanya berjumlah 2 buah. Sedangkan di sisanya dikhususkan untuk SD dan SMP. Sementara di tahun 2026 ini lebih gila lagi mencapai 100an sekolah.
“Puji Tuhan tahun ini kita Sumba Barat Daya mendapatkan bantuan cukup banyak di bidang pendidikan. Kalau tahun lalu untuk PAUD kita hanya dapat 2, maka tahun ada 38 yang kita dapat dan menyebar di seluruh kecamatan. SD ada 29 sekolah dan SMP 7 dari jalur reguler usulan pemerintah sedangkan 2 dari jalur aspirasi masing-masing dari Maia Estianti dari PDIP dan satu dari Pak Stevano. Sehingga ada 9 SMP yang direvit tahun ini,” kata Bupati SBD, Ratu Wulla dalam sambutannya di Hardiknas, 2 Mei 2026 lalu.
Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan jumlah tersebut bakal bertambah lagi nantinya lewat jalur Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berjumlah 30 sekolah.
Selain dari program revit, kata Bupati Ratu lagi, Kabupaten Sumba Barat Daya juga akan mendapatkan bantuan pembangunan Sekolah dari program Unit Sekolah Baru (USB) sebanyak 7 sekolah PAUD yang kesemuanya akan dibangun di wilayah kodi dengan nilai pembangunan sebesar Rp1 M.
“Tidak hanya itu, kita juga dapat bantuan sekolah rakyat walaupun itu dibawah kementerian sosial tapi tetap ada kaitan dengan dinas pendidikan dimana nantinya anak dari keluarga yang masuk desil 1-4 akan disekolahkan di situ. Kemarin zoom bersama Pak Gubernur dan Dirjen tentang kesiapan pembangunannya di Loura dengan anggaran Rp250 M,” katanya.
Sementara untuk sekolah Garuda dan sekolah Terintegrasi, lanjutnya saat ini pihaknya sedang menyiapkan datanya untuk dilengkapi dengan lokus pembangunannya di Kecamatan Wewewa Selatan.***
