NTTKreatif.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dibawah kepemimpinan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu dan Wakil Bupati, Dominikus A Rangga Kaka terus bekerja di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada pembangunan daerah.

Hasilnya, sejumlah program pusat pun berhasil mereka dapatkan. Sebut saja, program rumah layak huni yang kini berganti nama jadi program bedah rumah, program sekolah rakyat, sekolah terintegrasi hingga sekolah garuda.

Hal itu belum termasuk program pertanian melalui pengadaan Alsintan dan bibit bagi petani dan sejumlah program lainnya yang membuat Sumba Barat Daya kini masuk dalam jajaran salah satu kabupaten di NTT yang diperhitungkan dalam pembangunannya.

Kesemua itu tentu bukan hasil mimpi dalam semalam tapi dibangun atas kerja keras dan kerjasama serta komunikasi yang baik antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat.

Paling mutakhir, usaha Pemkab SBD itu kembali menuai hasil dengan bertambahnya kuota pembangunan PAUD lewat program revitalisasi PAUD.

Tidak main-main, sebanyak 17 PAUD disebut akan menjadi sasaran program tersebut. Hal tersebut disampaikan Bupati SBD, Ratu Wulla Talu dalam laman Facebooknya.

“Puji Tuhan dapat lagi 17 revit PAUD untuk SBD,” tulisnya.

Dirinya kemudian merinci total PAUD yang akan direvitalisasi tahun 2026 di Kabupaten Sumba Barat Daya adalah 55 sekolah.

“Total 55 PAUD. Yang lain menyusul,” ungkapnya lagi.

Keberhasilan ini pun membuka fakta menarik tentang Sumba Barat Daya khususnya di bidang pendidikan yang mana jumlah tersebut berbeda jauh dengan jumlah sekolah yang direvitalisasi pada tahun 2025 lalu.

Dimana di tahun 2025 lalu, SBD mendapatkan 30an sekolah direvitalisasi dengan PAUD hanya berjumlah 2 buah. Sedangkan di sisanya dikhususkan untuk SD dan SMP. Sementara di tahun 2026 ini lebih gila lagi mencapai 100an sekolah.

“Puji Tuhan tahun ini kita Sumba Barat Daya mendapatkan bantuan cukup banyak di bidang pendidikan. Kalau tahun lalu untuk PAUD kita hanya dapat 2, maka tahun ada 38 yang kita dapat dan menyebar di seluruh kecamatan. SD ada 29 sekolah dan SMP 7 dari jalur reguler usulan pemerintah sedangkan 2 dari jalur aspirasi masing-masing dari Maia Estianti dari PDIP dan satu dari Pak Stevano. Sehingga ada 9 SMP yang direvit tahun ini,” kata Bupati SBD, Ratu Wulla dalam sambutannya di Hardiknas, 2 Mei 2026 lalu.

Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan jumlah tersebut bakal bertambah lagi nantinya lewat jalur Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berjumlah 30 sekolah.

Selain dari program revit, kata Bupati Ratu lagi, Kabupaten Sumba Barat Daya juga akan mendapatkan bantuan pembangunan Sekolah dari program Unit Sekolah Baru (USB) sebanyak 7 sekolah PAUD yang kesemuanya akan dibangun di wilayah kodi dengan nilai pembangunan sebesar Rp1 M.

“Tidak hanya itu, kita juga dapat bantuan sekolah rakyat walaupun itu dibawah kementerian sosial tapi tetap ada kaitan dengan dinas pendidikan dimana nantinya anak dari keluarga yang masuk desil 1-4 akan disekolahkan di situ. Kemarin zoom bersama Pak Gubernur dan Dirjen tentang kesiapan pembangunannya di Loura dengan anggaran Rp250 M,” katanya.

Sementara untuk sekolah Garuda dan sekolah Terintegrasi, lanjutnya saat ini pihaknya sedang menyiapkan datanya untuk dilengkapi dengan lokus pembangunannya di Kecamatan Wewewa Selatan.***