NTTKreatif.com, Maumere – Ribuan umat Katolik memadati Gereja St. Ignatius Loyola Sikka, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, untuk mengikuti Ibadat Sabda Jumat Agung yang dipimpin langsung oleh Uskup Maumere, Mgr Edwaldus Martinus Sedu, pada Jumat (3/4/2026) petang tadi.
Dalam khotbahnya yang mendalam bertajuk, Uskup Edwaldus Martinus Sedu mengajak umat untuk merenungkan makna di balik kata-kata terakhir Yesus sebelum wafat.
Menurutnya, Yesus tampil bukan sebagai korban yang tidak berdaya, melainkan pribadi tangguh yang memilih salib demi menyatakan cinta yang total. Mgr Edwaldus menekankan bahwa seruan Aku Haus yang diucapkan Yesus di kayu salib melampaui dahaga fisik akan air.
“Yesus haus akan manusia yang berdosa tetapi enggan kembali kepada-Nya. Ia haus akan hati kita yang tidak terbuka bagi pertobatan, dan haus akan tanggapan iman kita yang seringkali suam-suam kuku,” ujar Mgr. Edwaldus di hadapan umat.
Uskup menjelaskan bahwa di atas salib terjadi perjumpaan dua arah, hausnya Allah akan manusia dan hausnya manusia akan Allah.
“Selama ini, manusia sering mengira mereka yang mencari Tuhan, namun peristiwa salib membuktikan bahwa Tuhanlah yang aktif mencari manusia agar tidak kehilangan arah hidup,” tuturnya.
Monsinyur menyoroti berbagai bentuk kehausan yang dialami umat saat ini yakni haus akan makna hidup di tengah rutinitas yang melelahkan.
|



