“Itu belum termasuk dengan pasokan bahan baku yang tentunya sangat menguntungkan buat petani. Dimana uangnya jelas tinggal kita tangkap saja. Harapan saya mari kita total bekerja sehingga program ini berdampak. Kalau bisa saya dorong supaya mbg punya kelompok petani supaya mereka diberi kepastian. Tidak boleh kita ambil dari luar,” tegasnya lagi.

 

">

Dukungan yang sama pun disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD SBD, Thomas Tanggu Dendo yang mengakui lembaga DPRD sangat mendukung kehadiran SPPG di wilayah tersebut karena memiliki dampak cukup positif dalam menyiapkan generasi lebih baik ke depannya.

 

Sementara itu, dalam kata pengantarnya, Ketua Yayasan Nduate Sumba Kasih, Theresia Abriana Talu menegaskan kalau kehadiran SPPG Wee Rena menjadi sebuah jawaban atas kerinduan anak-anak yang di wilayah tersebut yang sangat rindu mendapatkan MBG.

 

Selain itu, kata dia, kehadiran MBG ini juga jadi sebuah langkah solutif untuk menekan angka stunting yang masih tinggi.

 

“Ini juga menjadi sebuah edukasi buat generasi ke depan terlebih ada satu momen yang buat saya terenyuh saat anak-anak datang ke sini dan tanya kapan kami dapat makan? Pertanyaan sederhana tapi itu membekas di pikiran. Sehingga saya berpikir SPPG ini hadir bukan hanya ditunggu tapi dirindukan dengan harapan besar anak-anak bisa mendapatkan makanan bergizi dari kami,” ungkapnya.

 

Oleh karenanya ia pun menyebut momen peresmian ini bukan lagi usaha atau program semata tapi sebuah tanggung jawab untuk menjawab harapan anak-anak di wilayah itu.

 

“Saya juga mau menyampaikan dalam setiap langkah kami, kami pastikan kami akan tunduk pada regulasi pemerintah dan siap bersinergi dengan pemerintah serta seluruh pihak guna menciptakan generasi yang kuat, sehat, cerdas dan berkualitas di SBD,” tambahnya.

 

Sementara itu, Koorwil SPPI SBD, Christian Lete Boro di kesempatan itu menyambut baik kehadiran SPPG Wee Rena yang sebutnya sangat membantu pihaknya memastikan anak-anak di wilayah itu mendapatkan layanan MBG.

 

Terlebih lagi dari target 50an dapur hingga sekarang baru 8 yang sudah resmi beroperasi.

 

“Oleh karenanya, kami bersama mitra termasuk Pemerintah saat ini mendorong percepatan pembangunan SPPG di 11 kecamatan ini. Kami mohon bantuan dan dukungan sehingga percepatan SPPG oleh mitra bisa berjalan dengan lancar. Dan ini pesan dari Presiden yang ingin tahun depan tidak ada lagi yang membangun SPPG,” tegasnya lagi. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625