Sementara itu, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin mengatakan, setidaknya terdapat dua lembaga sekolah, belasan rumah produksi garam dan puluhan rumah warga terdampak abrasi.

Dengan kondisi itu, Ia berharap perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sikka untuk melakukan penanganan serius terhadap kondisi abrasi yang terjadi di wilayah itu.

">

“Wilayah Desa Nangahale yang terancam abrasi ini, ada dua lembaga sekolah, Mts Muhamadiyah Al Fatah Nangahale dan Mis Muhamadiyah Al Fatah Nangahale, kemudian ada belasan rumah garam terancam, puluhan rumah warga terancam juga abrasi, ini yang kemudian kami meminta kepada pemerintah Kabupaten, paling tidak ada penanganan serius terhadap kondisi abrasi yang terjadi di wilayah Desa Nangahale, ” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para jurnalis yang sudah menginisiasi penanaman mangrove untuk mengantisipasi meluasnya kerusakan wilayah pesisir akibat abrasi.

Selain penanaman mangrove, Aliansi Wartawan Sikka (Awas) bekerja sama dengan Bulog Maumere, untuk menggelar pasar murah di wilayah itu, pasar murah ini menyediakan Beras, Gula Pasir dan Minyak goreng dengan harga terjangkau.

Warga pun antusias berbelanja dan terlibat dalam penanaman mangrove di wilayah pesisir Desa Nangahale.

Sebelumnya Awas Peduli menyerahkan sembako kepada korban kebakaran rumah di RT 07/RW 04, Dusun Wolon Gerat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang pada Kamis lalu. ***