NTTKreatif.com, Maumere – Di HUT yang ke-12, Aliansi Wartawan Sikka atau AWAS Sikka merayakannya dengan warga Dusun Namang Doi, Desa Nangahale.

">

Perayaan HUT ini kali ini mengusung tema kemanusian dengan AWAS peduli dan lingkungan dengan Hijaukan Sikka.

Tidak heran beberapa hari terakhir, AWAS intens menggelar kegiatannya di Desa Nangahale mulai dengan menggandeng masyarakat setempat, Forkompinda Sikka dan TNI /Polri melakukan penanam ratusan pohon mangrove di wilayah pesisir Desa Nangahale dan memberikan bantuan kemanusian kepada warga yang terdampak bencana.

Ketua AWAS Sikka, Mario WP Sina mengatakan, kegiatan penamaan mangrove di wilayah pesisir Desa Nangahale merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian para jurnalis untuk menjaga ekosistem pesisir, pasalnya di wilayah pesisir Desa Nangahale terdampak abrasi yang bisa mengancam pemukiman warga setempat.

“Salah satu wujud nyata dari kepedulian Aliansi wartawan Sikka untuk menjaga ekosistem pesisir, dalam hal ini daerah kawasan bakau, agar kawasan pesisir Desa Nangahale yang kita tahui bersama adalah daerah yang sering terkena abrasi, ” jelasnya. 

Ia berharap, dengan penanam mangrove tersebut bisa menjadi benteng alami untuk kawasan pesiar Desa Nangahale.

“Dengan kegiatan yang ada, kita berharap bahwa, bakau ini bisa tumbuh berkembang dan bisa menjadi benteng alami, bagi kawasan pesisir Desa Nangahale, “ujarnya.

Ancaman Serius Buat Warga

Sementara itu, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin mengatakan, setidaknya terdapat dua lembaga sekolah, belasan rumah produksi garam dan puluhan rumah warga terdampak abrasi.

Dengan kondisi itu, Ia berharap perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sikka untuk melakukan penanganan serius terhadap kondisi abrasi yang terjadi di wilayah itu.

“Wilayah Desa Nangahale yang terancam abrasi ini, ada dua lembaga sekolah, Mts Muhamadiyah Al Fatah Nangahale dan Mis Muhamadiyah Al Fatah Nangahale, kemudian ada belasan rumah garam terancam, puluhan rumah warga terancam juga abrasi, ini yang kemudian kami meminta kepada pemerintah Kabupaten, paling tidak ada penanganan serius terhadap kondisi abrasi yang terjadi di wilayah Desa Nangahale, ” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para jurnalis yang sudah menginisiasi penanaman mangrove untuk mengantisipasi meluasnya kerusakan wilayah pesisir akibat abrasi.

Selain penanaman mangrove, Aliansi Wartawan Sikka (Awas) bekerja sama dengan Bulog Maumere, untuk menggelar pasar murah di wilayah itu, pasar murah ini menyediakan Beras, Gula Pasir dan Minyak goreng dengan harga terjangkau.

Warga pun antusias berbelanja dan terlibat dalam penanaman mangrove di wilayah pesisir Desa Nangahale.

Sebelumnya Awas Peduli menyerahkan sembako kepada korban kebakaran rumah di RT 07/RW 04, Dusun Wolon Gerat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang pada Kamis lalu. ***