Defisit anggaran tersebut pun disebabkan oleh postur anggaran negara yang membiayai sejumlah program strategis seperti MBG dan KDMP yang kini sedang berjalan.
Dimana Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp268 triliun.
Sementara untuk KDMP dana yang digunakan adalah Rp34,57 triliun dari total pagu Dana Desa dialokasikan untuk pembangunan fisik gerai dan operasional KDMP.
Kondisi yang disebut banyak pihak menjadi pemicu Indonesia mengalami kemunduran secara ekonomi seperti saat ini.
Tidak mengherankan, jika banyak yang menginginkan agar dua program raksasa tersebut dihentikan atau pun sekedar anggarannya diturunkan sementara.
Sayang, suara tersebut belum kunjung didengar ataupun ditanggapi oleh Pemerintah.
Mereka masih pada pendiriannya terlebih dua program tersebut adalah program unggulan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang harus dijalankan.
Kini publik menunggu saja, seperti apa langkah taktis pemerintah ditengah himpitan ekonomi Indonesia goyah.
Satu pasti, masyarakat bakal harus siap merasakan kembali tingginya harga sembako dan BBM di masa depan. ***


