Selain itu, media sosial juga sering memengaruhi gaya hidup mahasiswa. Banyak mahasiswa ingin mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Kadang-kadang keinginan tersebut membuat mahasiswa lebih mementingkan penampilan dan popularitas di media sosial dibandingkan prestasi akademik.

Bahkan ada yang rela menghabiskan banyak waktu membuat konten demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Akibatnya, tugas kuliah dan tanggung jawab lainnya menjadi terabaikan.

">

Menurut Burhan Bungin, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat modern, terutama generasi muda. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat membuat seseorang lebih fokus pada pencitraan diri dibandingkan kehidupan nyata.

Walaupun begitu, media sosial sebenarnya juga memiliki banyak manfaat jika digunakan dengan baik. Mahasiswa dapat menggunakan media sosial untuk mencari informasi pendidikan, mengikuti akun edukasi, dan menambah pengetahuan di luar ruang kelas.

Saat ini banyak informasi tentang beasiswa, seminar, pelatihan, dan motivasi belajar yang dibagikan melalui media sosial. Dengan begitu, mahasiswa bisa memperoleh wawasan baru yang bermanfaat untuk pengembangan diri. Media sosial juga dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas mereka.

Banyak mahasiswa yang menggunakan media sosial untuk membagikan tulisan, desain, fotografi, video kreatif, maupun kegiatan positif lainnya. Dari hal tersebut, mahasiswa dapat melatih rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi di depan publik.

Bahkan, ada mahasiswa yang berhasil mendapatkan peluang usaha dan pekerjaan karena aktif menunjukkan kemampuan mereka melalui media sosial.

Karena itu, mahasiswa perlu sadar bahwa media sosial hanyalah alat. Cara penggunaannya tergantung pada diri masing-masing. Mahasiswa harus mampu mengontrol diri agar tidak terlalu bergantung pada media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial, terutama saat belajar dan beristirahat. Dengan pengaturan waktu yang baik, mahasiswa dapat lebih fokus menjalankan aktivitas akademik. Selain kesadaran dari diri sendiri, dukungan dari lingkungan sekitar juga sangat penting.

Keluarga, dosen, dan pihak kampus dapat membantu mahasiswa memahami pentingnya penggunaan media sosial secara sehat. Kampus juga dapat memberikan edukasi tentang literasi digital agar mahasiswa mampu menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.

Mahasiswa juga perlu belajar memilih informasi yang bermanfaat dan menghindari konten negatif yang dapat memengaruhi pola pikir maupun perilaku mereka.

Menurut Sugihartono, disiplin belajar sangat memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa. Karena itu, mahasiswa harus mampu membagi waktu antara penggunaan media sosial dan kewajiban akademik.***

Oleh                    : Marleni Rambu Bonya

Mahasiswi        : Universitas Katolik Weetebula

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

Semester          : VI (enam)