Pengawas Lapangan Koperasi Merah Putih Kelurahan Tengah Larantuka, Ryadi, mengatakan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan gerai tersebut merupakan warga setempat.
“Semua pekerja fisik berasal dari warga lokal. Ini tentu membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Ryadi kepada wartawan, Senin (09/02/2026).
Keberadaan gerai Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sembako sehingga masyarakat dapat memperoleh harga yang lebih murah dan stabil.
Tak hanya itu, koperasi juga akan berperan sebagai penampung dan penyalur hasil pertanian warga, sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur menilai pembangunan fisik ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali peran koperasi desa yang selama ini cenderung bersifat administratif semata.
“Dengan adanya gerai dan gudang, koperasi tidak lagi sekadar akta notaris, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap pihak Pemkab Flores Timur.
Meski tantangan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah, percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih membawa harapan baru bagi terwujudnya kemandirian ekonomi desa. Pemerintah menargetkan seluruh gerai dan gudang dapat rampung pada Maret 2026 dan menjadi penggerak ekonomi rakyat di Flores Timur.***(Ell)
|
