NTTKreatif.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto belum lama ini melakukan reshuffle terhadap sejumlah menteri di dalam kabinetnya. Setidaknya ada empat kementerian yang para menterinya diganti dengan para menteri baru. Selain mereshuffle, Presiden Prabowo Subianto juga melakukan penambahan satu kementerian dalam Kabinet Merah Putih yakni kementerian Haji dan Umrah yang akan dipegang oleh Mochamad Irfan Yusuf.

">

Menariknya, dalam reshuffle kali ini nama seperti Sri Mulyani hingga Budi Gunawan pun ikut diganti. Padahal keduanya, selama ini dinilai publik menjadi menteri yang punya posisi yang sulit tergantikan.

Sebagai pengganti, Presiden Prabowo Subianto mempercayakan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pengganti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Sementara posisi Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan diambil alih oleh Sjafrie Sjamsoeedin yang merangkap jabatan sebagai Menhan.

Sedangkan untuk posisi menteri Koperasi yang selama ini dipegang oleh Budi Arie diberikan kepada Ferry Juliantono. Selain tiga kementerian tadi, ada juga Mukhtaruddin menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding dan Mochamad Irfan Yusuf yang ditunjuk menjadi Menteri Haji dan Umrah di kementerian yang baru dibentuk itu.

Lantas bagaimana sepak terjang para menteri baru dalam kepemimpinan Presiden Prabowo ini lebih khusus Purbaya Yudhi Sadewa dan Ferry Juliantono yang punya peranan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang? Berikut ulasannya.

1. Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan ini lahir pada 7 Juli 1964 lalu. Dirinya diketahui memiliki gelar S1 di Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung, Master of Science, Purdue University, Amerika Serikat dan menamatkan pendidikan Doktor Ilmu Ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan pria yang kini berusia 61 tahun itu terlebih dahulu dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS dari 2020 hingga sekarang. Tidak hanya itu, Purbaya juga diketahui sebagai Anggota Indonesia Economic Forum dari 2015 hingga kini.

Tidak hanya itu, dirinya pun pernah dipercayakan sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Mei 2018 hingga September 2020 dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian periode Juni 2016 hingga 2020.

Selain sejumlah jabatan di atas, Purbaya juga diketahui pernah menjabat Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016-2020) hingga Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Juli 2016-Mei 2018), Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (November 2015-Juli 2016), Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April-September 2015)
Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (Maret 2013-April 2015) hingga Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014).

2. Ferry Juliantono
Berbeda dengan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koperasi, Ferry Julianto memang tidak memiliki rekam jejak yang cukup mentereng namun dalam urusan koperasi, dirinya memiliki pengalaman yang mumpuni.

Dimana pria kelahiran 27 Juli 1967 silam itu pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) (2024-2028), Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) (2019 – Sekarang) dan Sekretaris Dewan Pengurus Induk KUD (Inkud) (2018 – Sekarang).

Tidak hanya itu, Ferry juga pernah dipercayakan sebagai Wakil Menteri Koperasi (2024 – 2025), Komisaris PT Pertamina Patra Niaga (2025 – Sekarang) hingga menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra (2025-2030).

Ferry sendiri diketahui merupakan lulusan S1 Akuntansi Unpad, dan menyelesaikan Program Pascasarjana Jurusan Studi Hubungan Internasional Ul.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625