“Setiap hari, minimal semua sekolah menerapkan aktivitas membaca selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Mari kita terus gaungkan gerakan literasi ini demi kemajuan Sumba Barat Daya,” ajak Markus.
Sementara itu, Bupati SBD Ratu Wulla Talu memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa peran ini menuntut kerelaan hati demi kesejahteraan masyarakat.
“Harapan saya, karena di PKK ini sifatnya sukarela dan tidak ada gaji, mari kita bersama-sama melaksanakan kerja pemberdayaan dan kesehatan di tingkat masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu yang baru saja dilantik,” tegas Bupati Ratu Wulla.
Lebih lanjut, Bupati perempuan pertama di SBD ini menginstruksikan kepada seluruh Camat se-Kabupaten SBD untuk mengawal pembentukan kepengurusan hingga ke tingkat terbawah.
“Pastikan semua kepengurusan PKK di tingkat desa segera terbentuk. Ibu Ketua didampingi Bapak Camat selaku pembina diharapkan melakukan kunjungan ke desa-desa untuk mengimbau para kepala desa agar segera melantik tim penggerak PKK desa. Jika memungkinkan, bentuk kepengurusan hingga ke tingkat Dasawisma,” instruksi Bupati.
Di akhir sambutannya, Ratu Wulla menegaskan bahwa kehadiran TP-PKK, Dekranasda, Tim Literasi, dan Tim Posyandu memiliki kontribusi yang sangat vital dalam mendukung kemajuan daerah.
Menurutnya, PKK berperan penting dalam memberdayakan keluarga sebagai pondasi utama pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan pangan keluarga.
“Di sisi lain, Dekranasda berperan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian seni dan budaya daerah sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Sumba Barat Daya,” pungkas Ratu Wulla. ***

