NTTKreatif.com, Larantuka – Koalisi Kopi mengimbau kepada masyarakat agar bijaksana dan tidak terprovokasi saat menonton film dokumenter Pesta Babi.
Salah satu anggota Koalisi Kopi Flores Timur, Alfonsia Maria mengatakan, film dokumenter itu berhasil menggambarkan dampak negatif dari PSN bagi lingkungan, lahan dan masyarakat adat di Papua Selatan serta memberikan pelajaran bagi masyarakat agar kejadian tersebut tidak terjadi di wilayah lainnya.
Namun, menurut dia, sebuah film dokumenter seharusnya menjadi sumber pelajaran dan referensi bagi penonton dengan menampilkan dua sisi sudut pandang dari sejumlah narasumber yang mewakili dua sudut pandang tersebut agar menyeimbangkan argumentasi serta menyajikan fakta ilmiah yang lebih komprehensif.
Alfonsia memgatakan, hal tersebut tidak ditemukan dalam Film dokumenter Pesta Babi karena hanya menyajikan satu sudut pandang dari 4 suku di Papua Selatan yang menjadi narasumber dalam film tersebut.
“Sutradara film tidak memberikan ruang bagi penonton untuk melihat sudut pandang lainnya dari dampak positif pembangunan yang dirasakan masyarakat Papua, sehingga seolah – olah seluruh kebijakan pembangunan pemerintah dan kehadiran TNI dalam melakukan pengamanan berdampak negatif bagi masyarakat Papua,” ujarnya.
Alfonsia berharap masyarakat harus bijaksana dan tidak terprovokasi dalam menonton Film Dokumenter Pesta Babi, dengan hanya berpatokan pada film tersebut sebagai sumber untuk mengetahui kondisi yang dialami masyarakat Papua saat ini .
“Masyarakat diharapkan juga dapat melihat sumber film atau video-video lainnya yang di media sosial yang memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur oleh pemerintah untuk mendukung kemajuan bagi masyarakat Papua serta hubungan sosial antara masyarakat Papua dengan TNI yang terjalin sangat erat di Papua,” tandasnya
|


