Dari hasil jual kopi keliling Egy tidak hanya gunakan untuk membiayai kuliahnya tapi disisihkan untuk membantu orang tua untuk peternakan babi kecil-kecilan.

Sempat Dilarang Jualan

">

Kendati demikian, diakuinya usahanya itu tidak meluluh lancar.

Banyak tantangan yang harus ia alami. Salah satunya adalah larangan berjualan pada malam hari selain hari Sabtu atau Malam Minggu oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sikka.

“Saya sempat dilarang berjualan di sepanjang jalan El Tari oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar karena arahan dari Bupati Sikka karena katanya akan menimbulkan sampah,” ungkapnya.

Namun hal tersebut katanya tidak selalu benar karena dirinya seorang mahasiswa yang selalu mengikuti aturan.

Ingin Bergabung ke UMKM di Sikka

Dirinya pun berharap ke depannya ada asosiasi UMKM yang bisa menerima usahanya maka dirinya siap bergabung dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan UMKM tersebut.

“Kalau ada asosiasi atau kelompok yang menaungi kami para penjual kopi keliling saya mau bergabung dan siap mengikuti kegiatan-kegiatan asosiasi agar bisa menambah pengalaman dan bisa sama-sama belajar untuk kemajuan usaha,” ungkap anak ke tiga dari empat bersaudara. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625