NTTKreatif.com, Maumere – Kisah inspiratif datang Gregorius Nong Egy yang merupakan seorang Mahasiswa Management semester VI Universitas Nusa Nipa, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Demi memenuhi biaya pendidikannya sebagai Mahasiswa, ia harus rela berjualan kopi keliling diwaktu senggangnya.
Egy demikian dirinya dipanggil, menceritakan kalau pekerjaan yang ia geluti di tengah kesibukan sebagai mahasiswa sudah berjalan 2 tahun.
“Awal mula terpikir ingin berjualan kopi keliling, ketika melihat kedua orangtua kesusahan dalam membiayai Kulia saya maka dari itu saya berusaha untuk berjualan kopi keliling diwaktu sore hari usai pulang kulia,” ceritanya.
Eky menambahkan, dirinya sering berjualan kopi keliling di jalan Eltari, Pelabuhan dan pada saat ada event-event tertentu.
“Untuk penghasilan pada hari-hari biasa hanya sekitar Rp100.000 sampai Rp200.000 Ribu rupiah. Namun pada saat Malam Minggu di CFN penghasilan bisa sampai Rp600.000 hingga Rp700.000,” lanjutnya.
Dia menjelaskan pekerjaan ini sama sekali tidak menggangu kegiatan perkuliahannya, sebab berjualan pada saat semua kegiatan perkuliahan sudah selesai.
“Kalau mengganggu sih tidak ya, kan saya jualan kalo semua kegiatan perkuliahan saya sudah selesai. Makanya kadang saya jualan keliling sampai malam tengah malam,” tuturnya.
Dari hasil jual kopi keliling Egy tidak hanya gunakan untuk membiayai kuliahnya tapi disisihkan untuk membantu orang tua untuk peternakan babi kecil-kecilan.
Sempat Dilarang Jualan
Kendati demikian, diakuinya usahanya itu tidak meluluh lancar.
Banyak tantangan yang harus ia alami. Salah satunya adalah larangan berjualan pada malam hari selain hari Sabtu atau Malam Minggu oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sikka.
“Saya sempat dilarang berjualan di sepanjang jalan El Tari oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar karena arahan dari Bupati Sikka karena katanya akan menimbulkan sampah,” ungkapnya.
Namun hal tersebut katanya tidak selalu benar karena dirinya seorang mahasiswa yang selalu mengikuti aturan.
Ingin Bergabung ke UMKM di Sikka
Dirinya pun berharap ke depannya ada asosiasi UMKM yang bisa menerima usahanya maka dirinya siap bergabung dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan UMKM tersebut.
“Kalau ada asosiasi atau kelompok yang menaungi kami para penjual kopi keliling saya mau bergabung dan siap mengikuti kegiatan-kegiatan asosiasi agar bisa menambah pengalaman dan bisa sama-sama belajar untuk kemajuan usaha,” ungkap anak ke tiga dari empat bersaudara. ***
|


