“Kami tidak minta terus-menerus diberi ikan, tetapi kami minta diajari cara memancingnya. Hari ini, kami sudah mendapatkan pancing tersebut,” ujar Selin lewat analoginya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab SBD dan BPPMT Denpasar yang telah memfasilitasi peningkatan kapasitas ekonomi warga transmigrasi.

">

Selin berharap program serupa dapat terus dikembangkan secara berkala agar masyarakat senantiasa memperoleh wawasan baru untuk menopang ekonomi keluarga.

Di sisi lain, Kadis Naketrans SBD, Agustinus Dappa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPPMT Denpasar atas terselenggaranya kegiatan bernilai strategis ini.

Untuk mempermudah skema pemantauan dan pembinaan, Agustinus mendorong para peserta agar segera membentuk kelompok usaha bersama.

Menurutnya, pengelompokan ini akan membuat pengelolaan bisnis peserta jauh lebih terarah dan efektif pascapelatihan.

“Harapan kami kepada 30 peserta ini, segera bentuk kelompok usaha agar memudahkan proses legalitas hingga pengembangan bisnis ke depan,” tegas Agustinus.

Ia menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk memfasilitasi wirausahawan baru, dengan syarat ilmu selama 7 hari pelatihan benar-benar diterapkan.

“Selama seminggu ini teman-teman sudah bertekad untuk mandiri. Harus punya niat yang kuat agar ilmu yang didapat tidak sia-sia,” tambahnya.

Agustinus menegaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab mendampingi masyarakat yang sungguh-sungguh ingin maju dengan memanfaatkan potensi bahan lokal sekitar.

Ia juga meminta 30 peserta pelatihan ini untuk menjadi corong informasi dan agen perubahan di kawasan transmigrasi masing-masing.

“Kita bersepakat bersama, dari 30 orang ini harus lahir usaha-usaha mandiri baru yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” pungkas Agustinus.

Rangkaian acara penutupan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat pelatihan dan bantuan stimulan secara simbolis kepada para peserta.***