NTTKreatif.com, Tambolaka — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Naketrans) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Agustinus Dappa, S.Sos., resmi menutup Pelatihan Kewirausahaan Dasar Bagi Masyarakat Kawasan Transmigrasi Kodi-Loura Angkatan ke-9 Tahun Anggaran 2026.

">

Acara penutupan pelatihan yang berlangsung di Aula Sekretariat GMNI SBD tersebut dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran penting Dinas Naketrans SBD, termasuk Kepala Bidang Transmigrasi, Marten Roga Ate, serta panitia pelaksana.

Turut hadir pula perwakilan dari Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar beserta jajaran tim pelatih.

Dalam laporan panitia, perwakilan panitia pelaksana, I Gede Putu Ngurah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kadis Naketrans SBD dan jajarannya atas kerja sama yang solid demi menyukseskan acara tersebut.

Ngurah menuturkan bahwa seluruh peserta sangat aktif dan antusias selama mengikuti materi, baik dalam sesi kelas maupun praktik di lapangan.

“Berdasarkan pengamatan tim pelatih selama proses berlangsung, seluruh peserta sangat disiplin dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” ujar Ngurah.

Sementara itu, Selin Wada, perwakilan peserta dari daerah Loura, menyampaikan kesan dan pesannya yang mewakili seluruh rekan peserta pelatihan.

Selin menegaskan bahwa materi pelatihan kewirausahaan ini menjadi bekal ilmu yang sangat bernilai bagi masyarakat kawasan transmigrasi.

“Saat mendengarkan materi dari para narasumber, kami sangat terinspirasi untuk langsung menerapkannya di lapangan,” kata Selin.

Ia pun mengetuk kepedulian Pemerintah Kabupaten SBD dan seluruh pihak terkait untuk terus mendampingi langkah mereka ke depan.

Selin menambahkan bahwa para peserta pelatihan tidak menuntut bantuan yang bersifat instan dalam berwirausaha.

Sebaliknya, masyarakat transmigrasi lebih membutuhkan pembekalan ilmu, strategi, dan metode berbisnis yang tepat serta berkelanjutan.

“Kami tidak minta terus-menerus diberi ikan, tetapi kami minta diajari cara memancingnya. Hari ini, kami sudah mendapatkan pancing tersebut,” ujar Selin lewat analoginya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab SBD dan BPPMT Denpasar yang telah memfasilitasi peningkatan kapasitas ekonomi warga transmigrasi.

Selin berharap program serupa dapat terus dikembangkan secara berkala agar masyarakat senantiasa memperoleh wawasan baru untuk menopang ekonomi keluarga.

Di sisi lain, Kadis Naketrans SBD, Agustinus Dappa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPPMT Denpasar atas terselenggaranya kegiatan bernilai strategis ini.

Untuk mempermudah skema pemantauan dan pembinaan, Agustinus mendorong para peserta agar segera membentuk kelompok usaha bersama.

Menurutnya, pengelompokan ini akan membuat pengelolaan bisnis peserta jauh lebih terarah dan efektif pascapelatihan.

“Harapan kami kepada 30 peserta ini, segera bentuk kelompok usaha agar memudahkan proses legalitas hingga pengembangan bisnis ke depan,” tegas Agustinus.

Ia menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk memfasilitasi wirausahawan baru, dengan syarat ilmu selama 7 hari pelatihan benar-benar diterapkan.

“Selama seminggu ini teman-teman sudah bertekad untuk mandiri. Harus punya niat yang kuat agar ilmu yang didapat tidak sia-sia,” tambahnya.

Agustinus menegaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab mendampingi masyarakat yang sungguh-sungguh ingin maju dengan memanfaatkan potensi bahan lokal sekitar.

Ia juga meminta 30 peserta pelatihan ini untuk menjadi corong informasi dan agen perubahan di kawasan transmigrasi masing-masing.

“Kita bersepakat bersama, dari 30 orang ini harus lahir usaha-usaha mandiri baru yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” pungkas Agustinus.

Rangkaian acara penutupan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat pelatihan dan bantuan stimulan secara simbolis kepada para peserta.***